Garuda Kaji Penutupan 11 Rute Penerbangan

Selasa , 31 Juli 2018 | 09:35
Garuda Kaji Penutupan 11 Rute Penerbangan
Sumber Foto tempo.co
Garuda Indonesia

JAKARTA - PT Garuda Indonesia Tbk bakal mengkaji penutupan 11 rute yang dianggap belum menguntungkan bagi perusahaan sebagai langkah efisiensi perusahaan memperbaiki kinerja keuangannya yang masih merugi.

Direktur Utama Garuda Indonesia Pahala N Mansury mengungkapkan sejauh ini penutupan rute yang belum menguntungkan bagi perusahaan justru berdampak positif terhadap kinerja keuangan secara keseluruhan."Pengaruh kami melakukan penutupan itu mungkin bisa membuat operasional kami membaik," kata Pahala, Senin (30/7/2018).

Saat ini, Garuda Indonesia memiliki penawaran sebanyak 22 rute. Pahala belum bisa menyebutkan rute mana saja yang akan dipangkas oleh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ini.

Kendati berniat mengurangi jumlah rute, dia menegaskan perusahaan tidak akan benar-benar menghilangkan 11 rute tersebut, melainkan menggantinya dengan rute lain yang dianggap lebih menguntungkan."Kami restrukturisasi, kami tambah daerah. Kami kembangkan lagi rute tambahan. Itu beberapa hal yang bisa kami lakukan," dia menjelaskan seperti dikutip cnnindonesia.com.

Di tengah rencana perusahaan memangkas jumlah rute, Garuda Indonesia juga memutuskan untuk menambah beberapa rute baru pada semester I 2018. Beberapa rute itu antara lain Denpasar-Xi'an, Denpasar-Zhengzhou, Makassar-Palembang, Jakarta-Sorong dan Mumbai-Denpasar.

Kemudian, Garuda Indonesia baru saja melakukan sekuritisasi pendapatan dari rute Jeddah dan Madinah senilai Rp2 triliun melalui skema instrumen investasi kontrak investasi kolektif efek beragun aset (KIK-EBA)."Kami sekuritisasi rute itu selama lima tahun," Pahala menambahkan.

KOMENTAR

End of content

No more pages to load