Realisasi Kredit Penempatan Dana Pemerintah Capai Rp 254,37 Triliun

Rabu , 25 November 2020 | 19:41
Realisasi Kredit Penempatan Dana Pemerintah Capai Rp 254,37 Triliun
Sumber Foto : Istimewa
Kementerian Keuangan.

JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat penyaluran kredit dari penempatan dana pemerintah dalam rangka PEN sebesar Rp 64,5 triliun per 20 November 2020 telah mencapai Rp 254,37 triliun.


Direktur Jenderal Perbendaharaan Kemenkeu Andin Hadiyanto menyatakan total penyaluran kredit Rp 254,37 triliun dilakukan oleh bank Himbara Rp 218,36 triliun, BPD Rp 30,12 triliun, dan bank syariah Rp 5,89 triliun.

“BPD tidak hanya memberikan ke masyarakat tapi juga ke BPR. Jadi sudah ada 196 BPR yang menikmati dari penempatan dana dari BPD dengan nilai Rp 1,07 triliun,” katanya dalam RDP bersama Komisi XI DPR RI di Jakarta, Rabu (25/11/2020).

Andin menyatakan kredit Rp 254,37 triliun tersebut disalurkan kepada debitur yang jumlahnya mencapai 3,74 juta debitur dengan rincian bank Himbara 3,55 juta debitur, BPD 146.592 debitur, dan bank syariah 44.320 debitur.

“Ini dengan waktu berbeda-beda. Himbara empat sampai lima bulan, BPD gelombang pertama dua bulan dan gelombang kedua satu bulan,” katanya.

Menurut dia, leverage penyaluran kredit penempatan dana ini telah mencapai 3,94 kali dengan segmen UMKM yang menjadi pangsa terbesar penyalurannya yaitu Rp 161,7 triliun atau 67,5 persen dari total penyaluran kredit.

Sementara itu, Andin merinci total penempatan dana Rp 64,5 triliun dilakukan pada bank Himbara (Himpunan Bank Milik Negara) sebesar Rp 47,5 triliun, BPD Rp 14 triliun dan bank syariah Rp 3 triliun.

Untuk bank Himbara yang bertenor tiga bulan dengan jatuh tempo 13 Januari 2021 meliputi Bank Mandiri Rp 15 triliun, BRI Rp 15 triliun, BNI Rp 7,5 triliun, BTN Rp 10 triliun sehingga total Rp 47,5 triliun.

Untuk BPD meliputi Bank BJB Rp 2,5 triliun, Bank DKI Rp 2 triliun, Bank Jateng Rp2 triliun, Bank Sulutgo Rp 1 triliun, Bank Jatim Rp 2 triliun, dan Bank BPD DIY Rp 1 triliun.

Kemudian Bank BPD Bali Rp 0,7 triliun, Bank Sulselbar Rp 1 triliun, Bank Kalbar Rp 0,5 triliun, Bank Sumut Rp 1 triliun, Bank Jambi Rp 0,3 triliun sehingga total Rp 14 triliun.

Untuk bank syariah dengan total Rp14 triliun meliputi Bank Syariah Mandiri Rp 1 triliun, BRI Syariah Rp 1 triliun, dan BNI Syariah Rp 1 triliun.

Ia menuturkan secara total alokasi dana PEN untuk UMKM adalah sebesar Rp 66,99 triliun sehingga dengan outstanding penempatan dana yang sebesar Rp 64,5 triliun maka sisa saldo tersedia adalah Rp 2,49 triliun.

“Masih ada Rp 2,49 triliun sisa alokasi pada kluster UMKM. Saat ini sedang di-review pengajuan dari beberapa BPD. Ada 11 yang nanti kita proses di minggu-minggu depan,” jelasnya. (E-3)

 

 

KOMENTAR

End of content

No more pages to load