Rupiah Guncang-gancing, Darmin: Jangan Panik!

Jumat , 20 Juli 2018 | 14:50
Rupiah Guncang-gancing, Darmin: Jangan Panik!
Sumber Foto Dok/Ist
Rupiah

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution meminta masyarakat tidak perlu panik dalam melihat pelemahan rupiah yang sudah mencapai Rp14.500 per dolar AS. Ia menyatakan hal itu di Kompleks Istana Kepresidenan, Jumat (20/7/2018).

Menurut dia, fluktuasi pergerakan rupiah belakangan ini bersifat harian. Gejolak tidak akan terjadi terus menerus."Perubahan harian memang kadang-kadang juga tidak tinggi, jadi tidak perlu menganggap itu sesuatu yang luar biasa terjadi," ujarnya.

Darmin mengatakan pelemahan rupiah saat ini terjadi akibat ucapan Gubernur Bank Sentral AS Jerome Powell yang akan ambisius menaikkan bunga acuan Fed Rate karena indikator makroekonomi AS yang terus membaik.

Ia memperkirakan Bank Indoensia (BI) akan mengikuti kebijakan tersebut dengan menyesuaikan suku bunganya.

Darmin yakin BI bisa melakukan intervensi untuk menjaga permintaan dan penawaran di pasar valuta asing. Sementara dari sisi pemerintah,  perbaikan stabilitas nilai tukar rupiah akan dilakukan dengan mengurangi impor agar cadangan devisa bisa digunakan secara leluasa oleh BI untuk melakukan intervensi.

"Kami tidak melakukan hal itu (intervensi) karena dolar pemerintah ada di BI. Sehingga kalau dibilang kebijakan menahan suku bunga acuan 7 Days Reverse Repo Rate (7DRRR) kemarin, ya itu memang kebijakan BI," tuturnya.

Hari Jumat (20/7/2018) pagi ini, nilai tukar rupiah bergerak melemah pada perdagangan pagi hingga ke level Rp14.515 per dolar Amerika Serikat (AS).

Berdasarkan data Reuters, rupiah dibuka di level Rp14.500 atau melemah 58 poin dibanding penutupan perdagangan kemarin di level Rp14.442 per dolar AS. Adapun hingga pukul 09.30, rupiah terus melemah hingga ke level Rp14.515.

KOMENTAR

End of content

No more pages to load