Buwas: Mafia Pangan Masih Terus Berkeliaran

Senin , 26 Oktober 2020 | 08:40
Buwas: Mafia Pangan Masih Terus Berkeliaran
Sumber Foto CNBC Indonesia
Dirut Bulog Budi Waseso

JAKARTA--Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso menyebut mafia pangan masih terus berkeliaran hingga saat ini, bahkan tetap memiliki kekuasaan. Kehadiran mafia pangan tersebut menjadi parasit bagi sistem tata kelola pangan di Indonesia, karena bukan hanya merugikan konsumen, namun juga petani. Sayang, tidak mudah untuk memberantasnya.

"Sampai saat ini, karena peluangnya masih ada, mafia pangan bekerja dan masih dia berkuasa, walaupun nggak sebanyak yg lalu. Karena itu, kita harus bangun sistem kerja sama dengan petani. Petani jangan sampai dikuasai tengkulak. Petani harus jadi sahabat pemerintah, sahabat Bulog sehingga petani nggak dirugikan, sehingga nantinya kita bisa sajikan kualitas tani dengan baik," katanya dalam program Power Lunch CNBC Indonesia, dikutip Senin (26/10).

Agar petani tidak dirugikan, pemberantasan mafia pangan harus terus dikejar. Pria yang biasa disapa Buwas ini menyebut komunikasi dengan Kepolisian terus terjalin. "Beberapa yang sudah kita temukan dan kita sampaikan kepada Kepolisian karena yang punya kewenangan untuk pemberantasan penindakan terhadap mafia ini pihak Kepolisian secara khusus. Dan ini sedang ditangani Satgas Pangan dan dari Kepolisian secara khusus ya. Kita menunggu saja nanti dari Kepolisian," sebutnya.

Dikutip dari CNBC Indonesia.com, Buwas mengatakan bukan hanya persoalan mafia pangan, persoalan cuaca juga perlu menjadi perhatian. Diantaranya ancaman La Nina. Buwas mengakui ada beberapa tanaman pangan memang kena dampak La Nina.

"Sudah dari jauh hari kita siapkan stok beras di seluruh wilayah Indonesia. Sampai sekarang kondisi beras yang ada di seluruh Indonesia sesuai kebutuhan sudah kondisi maksimal. Jadi kita punya dalam kondisi cadangan 1 juta lebih. Dan kita lihat antisipasi dengan jumlah itu akan mencukupi sampai prediksi di Januari-Februari tahun depan," kata Buwas.

Ia mengaku ada dampak yang bakal terjadi dari fenomena La Nina. Sehingga perlu antisipasi yang jelas agar dampaknya tidak berkepanjangan. Ia pun mengungkapkan beberapa komoditi yang berpotensi terkena dampak tersebut.

 



Sumber Berita: CNBC Indonesia
KOMENTAR

End of content

No more pages to load