Bos Samsung Lee Kun-hee Meninggal

Minggu , 25 Oktober 2020 | 13:39
Bos Samsung Lee Kun-hee Meninggal
Sumber Foto Bisnis.com/Bloomberg
Bos Samsung Lee Kun-hee

JAKARTA--Lee Kun-hee, petinggi raksasa elektronik asal Korena Selatan Samsung Electronics Co. meninggal dunia pada usia 78 tahun.

Lee Kun-hee dikenal sebagai sosok yang berhasil menyulap Samsung, dari pabrikan peralatan rumah tangga dengan produk hasil tiruan menjadi salah satu produsen telepon pintar, televisi, dan memory chips.

Dilansir Bloomberg, Lee meninggal pada Minggu (25/10) dengan didampingi keluarganya, demikian pernyataan resmi Samsung tanpa menyebutkan penyebab meninggalnya Sang Pimpinan. Lee diketahui pernah menjalani operasi pada 2014 setelah mengalami serangan jantung dan mendapatkan perawatan untuk kanker paru-paru pada akhir 1990-an.

Lee pernah berpesan kepada para karyawannya untuk 'berani mengubah segalanya, kecuali istri dan anak', saat memimpin Samsung dalam upaya mendorong inovasi dan menantang rival-rival perusahaan, seperti Sony Corp. Lee sendiri menyandang status sebagai orang terkaya di Negeri Ginseng.

Dia diperkirakan memiliki kekayaan bersih senilai US$20,7 miliar berdasarkan Bloomberg Billionaires Index. Samsung, perusahaan industri keluarga terbesar di Korea Selatan, atau yang dikenal sebagai chaebol, dipimpin anak laki-laki Lee sejak dia terkena serangan jantung.

"Chairman Lee adalah seorang dengan pandangan visioner yang telah mentransformasi Samsung menjadi pemimpin inovator dunia dan raksasa industri dari sebuah usaha lokal. Warisannya akan abadi," demikian pernyataan Samsung.

Pernah dinobatkan sebagai salah satu dari 100 orang yang paling berpengaruh oleh majalah Time pada 2005, Lee mulai melakukan perubahan besar di perusahaan setelah melihat produk Samsung yang berdebu di salah satu toko elektronik di Los Angeles.

Hal tersebut diceritakan dalam buku biografi The Lee Kun Hee Story yang diterbitkan pada 2010 dan ditulis oleh Lee Kyung-sik.

The Suwon, salah satu perusahaan Korea Selatan yang terkenal sebagai produsen alat elektronik berkualitas rendah dan murah, serta dalam kondisi berat, mengirim 6.000 karyawannya untuk memperbaiki produk yang dibuat oleh 30.000 pegawai, ujar Lee pada 1993 dalam buku biografinya.



Sumber Berita: Bisnis.com

Tags :

KOMENTAR

End of content

No more pages to load