Hasil Penjualan ORI18 Ditetapkan Rp 12,97 Triliun

Jumat , 23 Oktober 2020 | 20:17
Hasil Penjualan ORI18 Ditetapkan Rp 12,97 Triliun
Sumber Foto : Istimewa
Obligasi Negara Ritel seri ORI018.

JAKARTA - Pemerintah menetapkan hasil penjualan Obligasi Negara Ritel seri ORI018 sebesar Rp 12,97 triliun, yang akan dimanfaatkan untuk sebagian pembiayaan APBN termasuk program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan melalui keterangan pers di Jakarta, Jumat (23/10/2020), menyatakan penjualan ORI018 masih menunjukkan hasil yang sangat baik.

Hal tersebut terlihat dari animo masyarakat yang tinggi, meski ORI018 merupakan instrumen Surat Berharga Negara (SBN) ritel ketiga yang ditawarkan pada masa pandemi, dengan kupon terendah sepanjang sejarah yaitu 5,7 persen per tahun.

Penjualan obligasi ritel ini telah mengundang minat sekitar 56 persen investor lama atau investor yang pernah membeli SBN ritel, dari 26.160 total investor ORI018.

Sisanya, sebanyak 12.103 investor merupakan investor baru dengan nominal pembelian mencapai Rp 5,18 triliun atau sekitar 40 persen dari total nominal ORI018.

Berdasarkan profesi, jumlah investor ORI018 didominasi oleh pegawai swasta yaitu mencapai 8.693 investor (33 persen). Namun, dari sisi volume, didominasi oleh wiraswasta sebesar Rp 5,9 triliun atau 46 persen.

Jumlah investor ORI018 terbesar berasal dari generasi milenial (kelahiran 1980-2000) yaitu mencapai 9.127 investor atau sekitar 35 persen dari total jumlah investor.

Namun, volume terbesar pemesanan dilakukan oleh generasi Baby Boomers (kelahiran 1946-1964) yaitu mencapai Rp 5,4 triliun atau 42 persen dari total pemesanan.

Selain itu, sejak ada penerapan Single Investor Identification (SID) terdapat 14.168 investor yang membeli SUN ritel lebih dari satu kali. Dari jumlah itu, sebanyak 47 investor tidak pernah absen membeli SUN ritel.

Dengan penetapan hasil penjualan ORI018, maka dari penerbitan SBN ritel di 2020 yaitu SBR009, SR012, ORI017, SR013 dan ORI018, pemerintah telah menyerap dana sebesar Rp 71,37 triliun.

Sebelumnya, pemerintah telah menerbitkan ORI017 pada Juni 2020 dengan tingkat kupon 6,4 persen per tahun. Penjualan obligasi ritel itu diminati generasi milenial hingga menyerap dana Rp 18,33 triliun.

Dari lima penjualan SBN ritel di 2020, pemerintah menyerap dana terbanyak dari penerbitan sukuk ritel SR013, yaitu sebesar 25,67 triliun atau tertinggi sepanjang penerbitan SBN ritel online sejak 2018. (E-3)

 

 

KOMENTAR

End of content

No more pages to load