Target Pendapatan Negara 2021 Direvisi Turun Rp 32,7 Triliun

Jumat , 11 September 2020 | 12:59
Target Pendapatan Negara 2021 Direvisi Turun Rp 32,7 Triliun
Sumber Foto : Istimewa
Menteri Keuangan Sri Mulyani

JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan target pendapatan negara untuk tahun depan turun sebesar Rp 32,7 triliun menjadi Rp 1.743,7 triliun dari RAPBN 2021 yang telah disusun pemerintah Rp 1.776,4 triliun.

“Angka Rp 32,7 triliun adalah berasal dari penerimaan perpajakan yang targetnya turun Rp 37,4 triliun,” katanya dalam Raker bersama Banggar DPR RI di Jakarta, Jumat (11/9/2020).

Penurunan itu terjadi karena target penerimaan perpajakan diturunkan Rp 37,4 triliun menjadi Rp 1.444,5 triliun dari yang disampaikan sebelumnya dalam RAPBN 2021 sebesar Rp 1.481,9 triliun.

Penurunan penerimaan perpajakan dilakukan dengan pertimbangan realisasi hingga Agustus 2020 dan proyeksi sampai akhir tahun yang lebih rendah dibandingkan dalam Perpres 72/2020.

“Sehingga kita juga lihat target dalam RAPBN 2021 yang telah disampaikan oleh Presiden dengan basis tahun 2020 yang lebih rendah menyebabkan implisit growth jadi sangat tinggi yakni mendekati 18 persen,” ujarnya.

Untuk target penerimaan pajak 2021 diturunkan Rp 38,9 triliun menjadi Rp 1.229,6 triliun yang terdiri dari target PPh migas dinaikkan Rp 4,6 triliun, target PPh non migas turun Rp 20,7 triliun, target PPN turun Rp 27,5 triliun, serta target pajak lainnya naik Rp 4,7 triliun,

“Dari sisi kepabeanan dan cukai justru ada kenaikan Rp 1,5 triliun dengan harapan dapat mengekstensifikasi barang kena cukai akan bisa disetujui oleh DPR sesuai pembahasan sebelumnya di Komisi XI,” ujarnya.

Sementara untuk target penerimaan negara bukan pajak (PNBP) dinaikkan Rp 4,7 triliun menjadi Rp 288,2 triliun dari perkiraan semula dalam RAPBN 2021 sebesar Rp 283,5 triliun.

PNBP meliputi PNBP SDA minyak yang target ya naik Rp 1,92 triliun karena asumsi tetap sama namun cost recovery turun dari 8,5 miliar dolar AS menjadi 8 miliar dolar AS.

Untuk PNBP SDA Gas targetnya naik Rp 630 miliar, target DMO naik Rp130 miliar, dan target PNBP KL naik Rp 2 triliun dari Kementerian Komunikasi dan Informatika. (E-3)

 

 

KOMENTAR

End of content

No more pages to load