Sarinah Diminta Lapor Bila BUMN Tak Prioritaskan Produk Lokal

Selasa , 18 Agustus 2020 | 18:39
Sarinah Diminta Lapor Bila BUMN Tak Prioritaskan Produk Lokal
Sumber Foto : Antara
Menteri BUMN Erick Thohir.

JAKARTA - Menteri BUMN Erick Thohir meminta agar PT Sarinah (Persero) selaku BUMN yang menjadi wadah industri kreatif Tanah Air, dapat mengajukan laporan jika ada BUMN lain yang tidak memprioritaskan produk lokal buatan Indonesia.

Dalam jumpa pers Pencanangan Perdana Tranformasi Sarinah di Jakarta, Selasa, Erick berharap Sarinah dapat bertransformasi dan berkolaborasi dengan BUMN lainnya dalam klaster yang sama yakni pariwisata, logistik, dan pendukungnya, salah satunya Hotel Indonesia.

"Di bawah klaster yang kuat, ada airport, penerbangan, Hotel Indonesia. Jadi kalau Hotel Indonesia tidak memprioritaskan produk buatan Indonesia, Sarinah bisa lapor saya. Kalau produk Hotel Indonesia impor-impor, bisa lapor ke saya," kata Erick Thohir di Jakarta, Selasa (18/8/2020).

Selain sinergitas dengan Hotel Indonesia, Erick Thohir juga berharap nantinya produk-produk lokal dan UMKM juga bisa dipasarkan dalam katalog souvenir Garuda Indonesia.

Erick Thohir mengatakan transformasi dan kolaborasi yang dilakukan antar-BUMN dapat mewujudkan kekuatan rantai pasok tanpa merusak ekosistem.

Dengan tranformasi dan kolaborasi baik dengan perusahaan swasta, UMKM, BUMN, maupun BUMDes, Sarinah diharapkan menjadi wadah sekaligus pusat produk UMKM unggul, terutama pada sektor ekonomi kreatif.

Sementara itu Direktur Utama PT Sarinah (Persero) Fetty Kwartati menjelaskan transformasi dilakukan selain untuk membawa Sarinah pada perubahan tren masa kini, juga mendukung program pemerintah untuk mempromosikan merek lokal Indonesia.

"Sarinah kami yakini menjadi alat pemersatu brand lokal Indonesia, selama ini brand lokal melakukan ekspansi sendiri-sendiri, tapi dengan Sarinah bisa menjadi satu kekuatan dan menciptakan jalur distribusi baik produk lokal dan UMKM," kata Fetty.

Tranformasi diharapkan menjadikan Sarinah sebagai pusat perbelanjaan komunitas yang kekinian, khas Indonesia, dan menjadi pusat UMKM unggul, terutama pada sektor ekonomi kreatif nasional, khususnya produk dan kuliner, gaya hidup, serta produk berbasis keanekaragaman seni dan budaya Indonesia. (E-3)

 

 

KOMENTAR

End of content

No more pages to load