Stimulus Perlindungan Sosial Terealisasi Rp 85,3 Triliun

Rabu , 05 Agustus 2020 | 18:59
Stimulus Perlindungan Sosial Terealisasi Rp 85,3 Triliun
Sumber Foto : Istimewa
Menteri Keuangan Sri Mulyani

JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyebutkan stimulus untuk perlindungan sosial yang memiliki anggaran sebesar Rp 203,9 triliun telah terealisasi Rp 85,3 triliun.

“Presiden telah melakukan langkah-langkah bagi seluruh kementerian untuk mengakselerasi penggunaan anggaran yang sudah ditetapkan dalam Perpres 72/2020,” katanya dalam konferensi pers terkait KSSK di Jakarta, Rabu (5/8/2020).

Pemerintah menyiapkan anggaran sebesar Rp 203,9 triliun untuk perlindungan sosial yang terdiri dari PKH Rp 37,4 triliun, sembako Rp 43,6 triliun, bansos Jabodetabek Rp 6,8 triliun, dan bansos non Jabodetabek Rp 32,4 triliun.

“Seluruh bansos yang diberikan hanya tiga sampai enam bulan telah diputuskan diperpanjang sampai Desember. Meskipun untuk bantuan tunai manfaatnya turun dari Rp 600 ribu jadi Rp 300 ribu per bulan mulai September,” katanya.

Kemudian Program Kartu Prakerja Rp 20 triliun, diskon listrik Rp 6,9 triliun, logistik/pangan/ sembako Rp 25 triliun, serta BLT Dana Desa Rp 31,8 triliun.

“Kartu Prakerja sudah dilakukan perbaikan. Pencairan batch satu sampai tiga dilakukan segera dan PMO akan mulai pendaftaran batch empat diperkirakan secara sangat cepat,” ujarnya.

Sri Mulyani melanjutkan untuk stimulus bidang kesehatan dengan anggaran Rp 87,55 triliun telah terealisasi Rp 6,35 triliun, sedangkan sektoral dan pemda dengan anggaran Rp 106,11 triliun telah terealisasi Rp 7,4 triliun.

Selanjutnya, realisasi stimulus untuk UMKM dengan anggaran Rp 123,46 triliun adalah sebesar Rp 31,21 triliun sedangkan bagi korporasi yang sebesar Rp 53,57 triliun sampai hari ini belum terealisasi.

“Sampai hari ini belum terealisasi, mungkin minggu depan ada beberapa realisasi terjadi. Insentif pajak bagi dunia usaha Rp 120,61 triliun yang terealisasi Rp 16,2 triliun,” katanya.

Sri Mulyani memastikan terus berkoordinasi dengan seluruh kementerian/lembaga (K/L) sehingga diperkirakan dalam satu hingga dua minggu ke depan akan terjadi kenaikan dari pencairan anggaran.

Ia berharap berbagai langkah tersebut akan mampu meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat dalam beberapa bulan ke depan sehingga dapat mendorong percepatan pemulihan ekonomi nasional.

“Kami terus perbaikan policy termasuk dorong sektor pariwisata. Kami monitor detil dan langkah-langkah pemulihan aktivitas ekonomi namun tetap bisa terjaga keselamatan dari COVID-19,” tegasnya. (E-3)

 

 

KOMENTAR

End of content

No more pages to load