Anggaran Perlindungan Sosial Baru Terealisasi 35,6 Persen

Kamis , 09 Juli 2020 | 20:09
Anggaran Perlindungan Sosial Baru Terealisasi 35,6 Persen
Sumber Foto : Istimewa
Bantuan sembako.

JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan dari anggaran untuk perlindungan sosial sebesar Rp 203,9 triliiun dalam rangka penanganan dampak COVID-19, telah terealisasi Rp 72,5 triliun atau 35,6 persen.

"Realisasi belum 100 persen karena targetnya 100 persen itu pada Desember. Jadi, kami akan terus bayarkan setiap bulannya," katanya dalam raker bersama Banggar DPR RI di Jakarta, Kamis (9/7/2020).

Sri Mulyani merinci realisasi Rp 72,5 triliun terdiri atas program keluarga harapan (PKH) untuk 10 juta penerima manfaat yaitu sebesar Rp 24,1 triliun atau 64,4 persen dari pagu sebesar Rp 37,4 triliun.

Kemudian, bantuan sosial Rp 15,6 triliun atau 48 persen dari pagu Rp 32,4 triliun, program kartu sembako Rp 20,5 triliun atau 47 persen dari pagu Rp43,6 triliun, dan bansos tunai bagi 8,77 juta KPM non-Jabodetabek Rp15,6 triliun atau 48 persen dari pagu Rp 32,4 triliun.

Selanjutnya bansos sembako bagi 1,86 juta KPM Jabodetabek Rp 1,4 triliun atau 20,1 persen dari pagu Rp 6,8 triliun, BLT dana desa bagi 6,48 juta KPM Rp 5,5 triliun atau 17,3 persen dari pagu Rp 31,8 triliun, serta diskon listrik Rp 3,1 triliun atau 44,9 persen dari pagu Rp 6,9 triliun.

"Diskon dan pembebasan tarif listrik semua sudah dinikmati penerima manfaat. Sudah dilakukan pembayaran Rp 3,1 triliun untuk 31,2 juta rumah tangga,” ujarnya.

Terakhir, yakni untuk program kartu prakerja Rp 2,4 triliun atau 12,1 persen dari pagu Rp 20 triliun yang disalurkan kepada 680,92 ribu peserta hingga tahap tiga. (E-3)

 

 

KOMENTAR

End of content

No more pages to load