Defisit APBN Semester I 2020 Tembus 1,57 Persen

Kamis , 09 Juli 2020 | 19:57
Defisit APBN Semester I 2020 Tembus 1,57 Persen
Sumber Foto : Istimewa
Ilustrasi APBN

JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyebutkan defisit anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) hingga Juni 2020 telah mencapai Rp 257,8 triliun atau 1,57 persen terhadap produk domestik bruto (PDB).

Sri Mulyani menyatakan defisit tersebut merupakan 24,8 persen terhadap pagu APBN dalam Perpres 72/2020 yang ditetapkan sebesar Rp 1.039,2 triliun triliun atau 6,34 persen terhadap PDB.

"Ini lebih dalam dari defisit tahun lalu yang yaitu 0,85 persen dari PDB," katanya dalam raker bersama Banggar DPR RI di Jakarta, Kamis (9/7/2020).

Sri Mulyani menuturkan pagu defisit untuk tahun ini telah direvisi tiga kali yaitu pertama dalam APBN 2020 sebesar 1,76 persen, kemudian sesuai Perpres 54/2020 sebesar 5,07 persen, dan Perpres 72/2020 sebesar 6,34 persen.

Sementara itu, ia mengatakan realisasi pendapatan negara untuk semester I tahun ini mencapai Rp 811,2 triliun atau 47,7 persen dari target perubahan APBN dalam Perpres 72/2020 yaitu Rp1.699,9 triliun.

Pendapatan tersebut turun 9,8 persen (yoy) dibandingkan periode sama 2019 yaitu sebesar Rp 899,6 triliun yang tumbuh 7,9 persen dari semester I 2018.

Pendapatan negara turun karena penerimaan perpajakan terkontraksi hingga 9,4 persen (yoy) pada semester I yaitu hanya Rp 624,9 triliun atau 44,5 persen dari target perubahan APBN dalam Perpres 72/2020 Rp 1.404,5 triliun.

Realisasi penerimaan negara bukan pajak (PNBP) yang juga berkontribusi dalam pendapatan negara turut mengalami kontraksi hingga 11,8 persen (yoy) yaitu Rp 184,5 triliun atau 62,7 persen dari target dalam Perpres 72/2020 Rp 294,1 triliun.

Sri Mulyani melanjutkan, untuk realisasi belanja negara hingga semester I 2020 tumbuh 3,3 persen (yoy) yaitu sebesar Rp 1.068,9 triliun dari Rp 1.304,7 triliun pada periode sama tahun lalu.

Realisasi Rp 1.068,9 triliun tersebut merupakan 39 persen dari target perubahan APBN dalam Perpres 72/2020 yaitu Rp 2.739,2 triliun.

Realisasi belanja negara tumbuh karena belanja pemerintah pusat naik 6 persen (yoy) yaitu Rp 668,5 triliun yang telah mencapai 33,8 persen dari target perubahan APBN dalam Perpres 72/2020 Rp 1.975,2 triliun.

"Belanja pemerintah pusat mengalami kenaikan karena hampir seluruh belanja penanganan COVID-19 dimasukkan ke dalam cadangan belanja bendahara umum negara," ujarnya. (E-3)

 

 

KOMENTAR

End of content

No more pages to load