Kemenkeu Salurkan Rp 2,9 Triliun untuk Gugus Tugas COVID-19

Rabu , 08 Juli 2020 | 13:58
Kemenkeu Salurkan Rp 2,9 Triliun untuk Gugus Tugas COVID-19
Sumber Foto : Istimewa
Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19

JAKARTA - Staf Ahli Menteri Keuangan Bidang Pengeluaran Negara Kunta Wibawa Dasa Nugraha mengatakan pihaknya telah menyalurkan Rp 2,9 triliun dari total anggaran Rp 3,5 triliun kepada Gugus Tugas COVID-19 di bawah kendali BNPB.

“Paling banyak direalisasi adalah BNPB dari Rp 3,5 triliun sudah Rp 2,9 triliun yang dicarikan,” katanya dalam diskusi daring di Jakarta, Rabu (8/7/2020).

Pencairan Rp 2,9 triliun kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) tersebut sudah termasuk pengadaan Alat Pelindung Diri (APD), alat kesehatan, test kit, klaim biaya perawatan, mobilisasi dan logistik, serta karantina dan pemulangan WNI.

Di sisi lain, Kunta mengatakan untuk insentif perpajakan bidang kesehatan dari total anggaran Rp 9,05 triliun baru terealisasi Rp 1,4 triliun.

Kunta memastikan pemerintah akan terus mendorong percepatan penyerapan anggaran untuk bidang kesehatan dalam rangka penanganan COVID-19 yang berjumlah Rp 87,55 triliun.

Anggaran tersebut digunakan untuk penanganan COVID-19 Rp 65,8 triliun, insentif tenaga medis Rp 5,9 triliun, bantuan iuran JKN Rp 3 triliun, santunan kematian Rp 0,3 triliun, gugus tugas Rp 3,5 triliun, dan insentif perpajakan Rp 9,05 triliun.

“Upaya percepatan dilakukan dengan adanya revisi Keputusan Menteri Kesehatan (Kepmenkes) dan diikuti KMK serta penyediaan uang muka untuk klaim rumah sakit,” ujarnya.

Revisi itu adalah dari Kepmenkes Nomor Hk. 01.07/Menkes/278/2020 menjadi Kepmenkes Nomor Hk.01.07/Menkes/392/2020 tentang Pemberian Insentif dan Santunan Kematian bagi Tenaga Kesehatan yang Menangani Corona Virus Disease 2019 (COVID-19).

Direktur Dana Transfer Khusus Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan (DJPK) Kemenkeu Putut Hari Satyaka mengatakan melalui mekanisme lama pihaknya telah menyalurkan Rp 58,3 miliar untuk 15.435 tenaga kesehatan per 30 Juni 2020.

“Sedangkan dengan Kepmenkes yang baru Nomor 392/2020 dan kami mengeluarkan KMK 15/2020, kita baru saja menyalurkan pada 7 Juli Rp 1,3 triliun ke 542 daerah,” katanya.

Putut menyatakan besaran tersebut telah sesuai dengan perkiraan jumlah tenaga kesehatan COVID-19 di setiap daerah yang telah direkomendasikan oleh Kementerian Kesehatan.

“Begitu sudah disalurkan, teman-teman di daerah langsung verifikasi lalu mereka langsung minta ke Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) nya,” ujarnya.

Sekretaris Badan PPSDM Kesehatan Kemenkes Trisa Wahjuni Putri mengatakan anggaran insentif tenaga kesehatan yang dikelola oleh pihaknya adalah sebesar Rp 1,9 triliun dan telah disalurkan Rp 278 miliar.

“Secara total pusat dan daerah itu ada 166 ribu orang yang akan diberikan insentif,” ujarnya.

Trisa melanjutkan, untuk anggaran santunan kematian yang dikelola Kemenkes sebesar Rp 60 miliar dan Rp 9,6 miliar di antaranya telah disalurkan kepada 32 tenaga medis yang meninggal dunia akibat menjadi garda terdepan penanganan COVID-19.

“Totalnya 32 orang kalau dari anggaran secara keseluruhan Rp 60 miliar itu kira-kira sudah terserap Rp 9,6 miliar,” katanya. (E-3)

 

KOMENTAR

End of content

No more pages to load