LSI: 74,8% Warga Mengeluhkan Kondisi Ekonomi Memburuk

Rabu , 08 Juli 2020 | 03:50
LSI: 74,8% Warga Mengeluhkan Kondisi Ekonomi Memburuk
Sumber Foto Republika
Ilustrasi

JAKARTA--Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA telah melakukan survei terkait perekonomian masyarakat selama masa pandemi virus Covid-19. Hasilnya, lebih dari setengah responden survei LSI mengaku bahwa mengalami penurunan ekonomi saat wabah berlangsung.

Peneliti LSI Denny JA, Ardian Sofa menuturkan, sebanyak 74,8 persen responden mengeluhkan keadaan ekonomi yang sangat buruk saat pandemi Covid-19. "74,8 persen narasumber kami menyatakan ekonominya jauh lebih buruk atau lebih buruk," kata Ardian Sofa dalam paparan saat merilis hasil survei bertajuk "Kecemasan Publik di Zona Merah" yang dilakukan secara daring, Selasa (7/7).

 Ia menuturkan, sebanyak 22,4 persen narasumber lainnya mengatakan bahwa wabah virus Covid-19, tidak mempengaruhi perekonomiannya, dan sebanyak 2,2 persen narasumber menyebut ekonominya malah membaik.

Untuk yang mengalami keterpurukan ekonomi itu dirincikan Ardian, yakni dialami oleh 81,3 persen masyarakat yang memiliki penghasilan dibawah Rp 1,5 juta per bulan dan masyarakat dengan pengasilan Rp 1,5 hingga 3 juta perbulan sebanyak 77,8%.

"Ada 81,3% dari basis responden tersebut yang menyatakan kondisi ekonomi mereka memburuk pada saat ini," beber Ardian.

"Lalu yang ekonominya (berpenghasilan) Rp 1,5 sampai 3 juta sebanyak 77,8 persen, yang ekonominya 3 sampai 4,5 juta 70,5 persen, dan di atas 4,5 juta ada 59,9 persen," tambahnya lagi.

Sementara itu, sebanyak 37,3 persen masyarakat dengan penghasilan di atas Rp 4,5 juta tutur Ardian, tak terpengaruh perekonomiannya saat masa pandemi, bahkan diungkapkannya 2,6 persen sisanya merasa perekonomian saat pandemi Covid-19, jauh lebih baik.

Sebagai informasi, LSI Denny melakukan survei pada 8-15 Juni 2020 di delapan provinsi, yakni DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, Banten, Sulawesi Selatan, Sumatera Utara dan Bali. 

Survei yang diklaim Ardian menggunakan dana independen itu, dilakukan terhadap 8.000 responden dengan metode multistage random sampling, dengan tingkat kesalahan (margin of error) sebesar 2,05%.



Sumber Berita: rri.co.id
KOMENTAR

End of content

No more pages to load