Jokowi Terima Delegasi AIIB di Istana Bogor

Senin , 12 Maret 2018 | 10:35
Jokowi Terima Delegasi AIIB di Istana Bogor
Presiden Joko Widodo (Foto: Dok/Ist)

BOGOR - Presiden Joko Widodo (Jokowi), Senin (12/3/2018) pagi ini menerima delegasi Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB) di Istana Kepresidenan Bogor.

Presiden yang didampingi Menko Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Keungan Sri Mulyani, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono serta Sekretaris Kabinet Pramono Anung menerima delegasi AIIB di ruang Garuda Istana Bogor pada pukul 09.00 WIB.

Para delegasi AIIB yang diterima Presiden diantaranya Alternate Director (Kazakhtan) Nurym Ayazbayev, Director (Turki) Mehmet Alper Batur, Alternate Director (Prancis) Phileppe Baudry, Alternate Director (Italia) Alberto Cogliate, Alternate Director (Bangladesh) Zahidul Haque, Director (India) MM Kutty, Director (Australia) Christopher Legg, Director (United Kingdom) Emil Levendoglu, Alternate Director (Laos) Angkhansada Mouangkham, Alternate Director (Israel) Ofer Peleg, Alternate Director (Polandia) Radek Pyffel, Director (Indonesia) Rionald Silaban.

Presiden mengatakan dirinya merasa bahagia kedatangan delegasi AIIB akan melihat beberapa proyek, seperti di Solo, proyek MRT serta proyek lainnya.

Indonesia telah menjadi anggota dalam Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB) sejak 2016, dii mana bank tersebut telah mendanai sebanyak 12 proyek infrastruktur besar untuk negara-negara anggotanya.

Dalam pemberitaan sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan dari 12 proyek tersebut, tiga diantaranya merupakan proyek infrastruktur di Indonesia, yakni untuk sektor urban dan multi sektor.

Di sektor urban terdiri dari dua proyek, yakni Peningkatan Permukiman Kumuh Nasional di Indonesia dengan dana pinjaman dari AIIB sebesar 216,5 juta dolar AS atau setara Rp2,8 triliun dan Bank Dunia sebesar 216,5 juta dolar AS.

Sedangkan, multi sektor meliputi Proyek Dana Pembangunan Infrastruktur Daerah dan Proyek Perbaikan dan Keselamatan Operasional Damage Tahap I.

KOMENTAR

End of content

No more pages to load