Diwarnai Isu Rush, Kantor Pusat Bukopin Diserbu Nasabah

Rabu , 01 Juli 2020 | 12:15
Diwarnai Isu Rush, Kantor Pusat Bukopin Diserbu Nasabah
Sumber Foto : Istimewa
Bank Bukopin
POPULER

JAKARTA - Gedung Kantor Pusat Operasi Bank Bukopin di Jalan MT Haryono, Jakarta Selatan, Rabu (01/07/2020), diserbu oleh para nasabahnya.

Mereka datang dari Jakarta Selatan, Timur, hingga kawasan Bekasi. Semua khawatir akan permasalahan yang dialami oleh Bank Bukopin dan berniat mengambil uang mereka di bank tersebut.

Meski sudah mengantri lama, namun beberapa nasabah kecewa karena tidak mendapatkan antrian nomor untuk pengambilan uang mereka.

Menurut salah seorang nasabah, untuk pengambilan nomor antrian dibuka mulai pukul 22.00 WIB malam hari, hingga pukul 03.00 WIB subuh keesokan harinya.

Salah seorang nasabah dari Bekasi, Siburian mengatakan, dirinya daftar antrian sejak pukul 22.00 WIB jelang tengah malam, dan pukul 03.00 WIB dini hari keesokan harinya, baru bisa mengambil nomor antrian.

Sambil ambil nomor antrian, ia juga melakukan verifikasi data dengan membawa buku tabungan, KTP, dan semua yang dibutuhkan. 

Akan tetapi, saat nantinya sudah sampai di depan teller, nasabah juga tidak serta merta menganggap bisa menarik uang sesuai keinginan.

"Kalau sudah sampai teller mudah-mudahan bisa dapat uangnya, masih ada uangnya, kan gitu," kata Siburian seperti dikutip dari rri.co.id, Rabu (01/7/2020).

Belum ada yang mengetahui apa sebenarnya masalah yang dialami Bank Bukopin. Akan tetapi, pada 20 Mei 2020 lalu, menjelang libur lebaran, Bos PT Bank Bukopin Tbk (BBKP), Eko Rachmansyah Gindo secara mengejutkan memutuskan untuk hengkang dari Bank yang awalnya bernama Bank Umum Koperasi Indonesia tersebut.

Padahal saat itu, Bukopin sedang dalam proses menyelesaikan rencana Penawaran Umum Terbatas V (PUT V) atau right issue. 

Bank Bukopin tengah mendiskusikan detil terkait implementasi PUT V dengan pemegang saham utamanya, termasuk Bosowa Corporindo dan KB Kookmin Bank.

Dalam keterangan resmi Sekretaris Perusahaan Bank Bukopin, Meliawati mengatakan bahwa perseroan telah menerima surat pengunduran diri sang Direktur Utama sejak tanggal 18 Mei 2020. 

“Permohonan pengunduran diri tersebut akan diputuskan dalam Rapat Umum Pemegang Saham perseroan sesuai dengan peraturan,” katanya, di Jakarta, Rabu (20/5/2020). 

Meski begitu, Meliawati menegaskan jika kegiatan usaha dan operasional Bank Bukopin akan tetap berjalan dengan normal sebagaimana biasa. (*)



Sumber Berita:rri.co.id
KOMENTAR

End of content

No more pages to load