Kementerian BUMN Tegaskan Dana Talangan Garuda Bukan dari BUMN

Selasa , 02 Juni 2020 | 14:04
Kementerian BUMN Tegaskan Dana Talangan Garuda Bukan dari BUMN
Sumber Foto : Istimewa
Ilustrasi pramugari Garuda Indonesia.
POPULER

JAKARTA - Kementerian BUMN menegaskan bahwa dana talangan sebesar Rp 8,5 triliun kepada PT Garuda Indonesia Tbk bukan dari APBN.

"Dikira dana talangan adalah dana dikasih pemerintah, padahal bukan seperti itu, pemerintah hanya menjadi penjamin. Itu bukan dana APBN, itu perlu diluruskan," ujar Staf Khusus Menteri Arya Sinulingga di Jakarta, Selasa (2/6/2020).

Untuk mendapatkan dana sebesar itu, kata Arya Sinulingga, Garuda Indonesia bisa mencari pinjaman ke perbankan atau lembaga keuangan lainnya.

"Garuda lagi mencari siapa yang bisa memberikan dana tersebut Rp 8,5 triliun, jadi pemerintah hanya fungsinya sebagai penjamin, bukan pemberi dana," ucap Arya Sinulingga.

Ia mengatakan skema bantuan Garuda Indonesia akibat COVID-19 tidak melalui Penyertaan Modal Negara (PMN) karena BUMN penerbangan itu merupakan perusahaan terbuka, di mana setiap penyertaan modal tentunya harus mempertimbangkan pendapat dari pemegang saham lainnya.

"Garuda Indonesia itu tidak mungkin mendapatkan dana dari pemerintah. Karena yang bisa menerima dana APBN itu adalah perusahaan yang 100 persen dimiliki oleh pemerintah. Garuda 60 persen dimiliki oleh pemerintah, sisanya kan swasta dan sebagainya," ujar Arya Sinulingga.

Sebelumnya Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyebutkan pemerintah mengalokasikan tambahan dana dukungan bagi BUMN total sebesar Rp 149,29 triliun yang kena dampak pandemi COVID-19.

"Dalam pemulihan ekonomi nasional  kami berikan dalam bentuk subsidi, kompensasi PNM dan dana talangan,” katanya dalam keterangan pers daring di Jakarta, Senin (18/5/2020).

Dalam bentuk dana talangan untuk BUMN yakni PT KAI Rp 3,5 triliun, PTPN Rp 4 triliun, dan Krakatau Steel Rp 3 triliun, Perumnas Rp 650 miliar, dan Garuda Indonesia juga mendapat dana talangan modal kerja sebesar Rp 8,5 triliun. (E-3)

 

 

KOMENTAR

End of content

No more pages to load