Usai Libur Lebaran, IHSG Berpotensi Melemah

Selasa , 26 Mei 2020 | 07:21
Usai Libur Lebaran, IHSG Berpotensi Melemah
Sumber Foto : Istimewa
IHSG di Bursa Efek Indonesia.
POPULER

JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) berpotensi melemah pasca libur Hari Raya Idul Fitri 1441 Hijriah.

"Melihat sebagian besar sentimen pasar yang ada relatif negatif di tengah terkoreksi pasar saham dunia pada saat pasar Indonesia libur, kami perkirakan IHSG akan cenderung konsolidasi melemah di awal pekan dan berpotensi mengalami rebound pada akhir pekan," kata Direktur Anugerah Mega Investama Hans Kwee di Jakarta, Senin (25/5/2020).

Menurut Hans, IHSG pekan ini diperkirakan akan dipengaruhi sejumlah sentimen yaitu rencana undang-undang keamanan nasional baru China yang membuat Beijing punya kontrol yang lebih besar pada Hongkong.

RUU tersebut ditentang Amerika Serikat dan berpotensi menimbulkan perang dingin kedua negara yang merupakan ekonomi terbesar dunia saat ini.

Sentimen lainnya adalah tuduhan Presiden AS Donald Trump pada ketidakmampuan China mengatasi pandemi COVID-19 yang menyebar ke seluruh dunia, yang berpotensi menaikkan tensi kedua negara.

Lalu, rancangan undang-undang yang disetujui Senat AS terkait peningkatan pengawasan terhadap perusahaan China, yang dinilai sebagai sentimen negatif di pasar keuangan dan kemunduran dalam perkembangan pasar modal dunia khususnya Amerika Seritkat.

Kemudian, pelonggaran bertahap lockdown oleh sebagian negara bagian Amerika Serikat dan negara-negara dunia, menjadi sentimen positif.

"Tetapi kekhawatiran gelombang kedua menjadi perhatian pasar. Sejauh ini tidak ditemukan tanda-tanda gelombang kedua COVID-19," ujar Hans.

Sementara itu, angka klaim pengangguran AS masih tinggi biarpun dalam tren turun. Tetapi yang dikhawatirkan adalah setelah pelonggaran lockdown ternyata tidak terjadi penciptaan lapangan kerja seperti yang diharapkan.

"Beberapa pekan ke depan menjadi periode penting bagi pasar keuangan dunia karena pelaku pasar akan mencermati apakah pelonggaran lockdown mampu mengembalikan daya beli dan mengembalikan ekonomi kembali normal sebelum pandemi COVID-19," katanya. (E-3)

 

 

KOMENTAR

End of content

No more pages to load