Wall Street Berakhir Bervariasi di Tengah Data Ekonomi Suram

Kamis , 07 Mei 2020 | 08:40
Wall Street Berakhir Bervariasi di Tengah Data Ekonomi Suram
Sumber Foto Reuters/Lucas Jackson
Seorang pialang memotret layar monitor bursa saham di lantai bursa New York Stock Exchange di New York, Amerika Serikat..

NEW YORK - Saham-saham di Wall Street bervariasi pada akhir perdagangan Rabu atau Kamis (7/5/2020) pagi WIB karena pasar kehilangan momentum menyusul laporan suram pada data penggajian swasta Amerika Serikat.

Indeks Dow Jones Industrial Average turun 218,45 poin atau 0,91 persen, menjadi menetap di 23.664,64 poin. Indeks S&P 500 turun 20,02 poin atau 0,7 persen, menjadi berakhir di 2.848,42. Indeks Komposit Nasdaq ditutup meningkat 45,27 poin atau 0,51 persen, menjadi 8.854,39 poin.

Sembilan dari 11 sektor utama S&P 500 berakhir lebih rendah, dengan sektor utilitas dan energi masing-masing turun 3,5 persen dan 2,6 persen, memimpin kerugian sektoral. Sektor teknologi dan consumer discretionary masing-masing naik 0,3 persen dan 0,7 persen, hanya dua kelompok yang meningkat.

Di bidang data ekonomi, perusahaan-perusahaan swasta di Amerika Serikat mengurangi sekitar 20,2 juta pekerjaan pada April karena kejatuhan Covid-19 terus bergejolak di seluruh negeri, perusahaan data penggajian Automatic Data Processing, Inc. (ADP) melaporkan pada Rabu (6/5/2020).

"Kehilangan pekerjaan dalam skala ini belum pernah terjadi sebelumnya. Jumlah total kehilangan pekerjaan untuk April saja adalah lebih dari dua kali lipat total pekerjaan yang hilang selama Resesi Hebat," Ahu Yildirmaz, wakil ketua Lembaga Penelitian ADP, mengatakan dalam sebuah pernyataan.

"Saran kami: bersiaplah untuk yang terburuk, karena kami mungkin akan melihat sejauh ini penurunan bulanan terbesar dalam rekor penggajian," kata kepala ekonom Payden & Rygel, Jeffrey Cleveland.

“Tidak seperti 2008, atau 1930-an dalam hal ini, ketika sebagian besar kehilangan pekerjaan adalah permanen, membutuhkan proses yang lambat dan menyakitkan untuk merealokasi tenaga kerja ke bidang-bidang baru, jika kenaikan pengangguran baru-baru ini bersifat sementara, ada kemungkinan ekonomi akan pulih lebih cepat," dia menambahkan.(antara/reuters)

 

KOMENTAR

End of content

No more pages to load