Bali Sangat Terpukul, Tingkat Hunian Hotel Merosot Tajam

Sabtu , 28 Maret 2020 | 10:08
Bali Sangat Terpukul, Tingkat Hunian Hotel Merosot  Tajam
Sumber Foto Traveloka.com
Ilustrasi

DENPASAR--Direktur Eksekutif Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Bali, Ida Bagus Purwa Sidemen mengakui, pandemi corona memberikan dampak luar biasa. Dampak itu dapat dilihat dari tingkat hunian (okupansi) hotel. 

"Yang jelas sudah banyak yang satu digit, artinya dibawah 10 persen. Untuk beberapa area di Nusa Dua. Info yang juga saya dapatkan, secara informal, memang sih bukan secara tertulis kepada kami, banyak mungkin yang diawal April ini mungkin sudah ada yang bahkan 0 persen begitu," ungkapnya kepada RRI di Denpasar, Sabtu (28/3). 

"Karena kondisinya, semua tamu kan dipulangkan sekarang. Seperti beberapa waktu lalu, bagaimana Rusia menjemput warganya ke Bali. Jadi kalau seandainya tamu semua sudah ditarik, pasti kondisinya ada yang sampai 0 persen," lanjutnya, seperti dikutip rri.go.id. 

Purwa Sidemen menyebut, pihaknya tengah mendata dampak corona, untuk kemudian diserahkan ke Pemerintah Pusat. Harapannya, Pemerintah Pusat dapat memberikan stimulus bagi pelaku perhotelan di Pulau Dewata. 

"Boleh saya katakan serba berat. Karyawan sudah ada mulai diliburkan dan sebagainya. Infonya juga sudah, istilahnya yang tidak dipekerjakan lagi. Ini masih simpang siur, kami mencoba untuk mencari data, untuk kemudian bisa menjadi data dukungan yang disampaikan kepada pemerintah nantinya," ujarnya. 

Ia memperkirakan, tenaga kerja pariwisata yang terdampak corona di Bali mencapai 500.000 jiwa. Angka itu tidak hanya dari pekerja perhotelan, melainkan termasuk tenaga kerja disektor pendukung. 

"Itu untuk pekerja yang bersentuhan langsung ataupun yang tidak. Misalkan seperti suplier, dan yang ada kaitannya dengan industri pariwisata sangat banyak sekali," pungkasnya. 



Sumber Berita: rri.go.id

Tags :

KOMENTAR

End of content

No more pages to load