Asuransi Jiwasraya Uji Tuntas 5 Calon Investor

Sabtu , 14 Desember 2019 | 14:53
Asuransi Jiwasraya Uji Tuntas 5 Calon Investor
Sumber Foto cnnindonesia.com
Jiwasraya

JAKARTA - Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo (Tiko) mengatakan PT Asuransi Jiwasraya (Persero) tengah menggelar uji tuntas alias due diligence terhadap lima calon investor. Uji tuntas ditargetkan selesai pada bulan ini.

"Mereka lagi proses. Ada lima investor, empat dari luar negeri dan satu dalam negeri," kata Tiko di Jakarta, Jumat (13/12/2019).

Kendati begitu, mantan direktur utama Bank Mandiri itu enggan membocorkan siapa saja lima calon investor yang akan masuk ke perusahaan asuransi pelat merah yang tengah 'berdarah-darah' kinerja keuangannya tersebut.

Ia hanya menyatakan setelah uji tuntas, maka proses akan berlanjut ke penawaran (bid). "Jangan lah kalau diomongin tidak mau, ini kan soal credential (mandat). Pokoknya Desember ini, Januari kasih bid (tawaran), semoga Desember sudah selesai," katanya.

Terpisah, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso mengaku sudah mengetahui proses uji tuntas yang digelar Jiwasraya. Namun, seperti halnya Tiko, Wimboh juga enggan memberi kisi-kisi mengenai calon investor Jiwasraya.

"Nanti tunggu Jiwasraya kalau sudah selesai pasti dia laporkan. Dari dulu kan kami memang minta agar segera calon investor yang jadi pembicaraan agar dieksekusi, lalu dilaporkan," katanya seperti dikutip cnnindonesia.com.

Di sisi lain, ketua wasit lembaga jasa keuangan itu ingin Jiwasraya dapat segera menyelesaikan proses pencarian investor untuk masuk ke anak usaha, yakni PT Jiwasraya Putra. "Ini kan investor yang masuk ke Jiwasraya Putra, ya kami tinggal tunggu hasil. Tapi ya lebih cepat lebih bagus," tuturnya.

Masalah keuangan Jiwasraya bermula ketika perseroan menunda pembayaran klaim produk saving plan yang dijual melalui tujuh bank mitra (bancassurance) senilai Rp802 miliar per Oktober 2018.

Di tengah penyelesaian kasus Jiwasraya, Kementerian BUMN justru melaporkan indikasi kecurangan dalam tubuh Jiwasraya ke Kejaksaan Agung (Kejagung).

Pasalnya, Kementerian BUMN menemukan fakta bahwa ada sejumlah aset perusahaan yang diinvestasikan secara tidak hati-hati (prudent). Selain itu, Jiwasraya juga sempat mengeluarkan produk asuransi yang menawarkan imbal hasil (return) tinggi kepada nasabah.

Hal inilah yang membuat Jiwasraya mengalami tekanan likuiditas beberapa waktu terakhir sehingga terpaksa menunda pembayaran klaim kepada nasabahnya.

 

 

 

KOMENTAR

End of content

No more pages to load