MRT Jakarta dan KAI Bentuk Perusahaan Joint Venture

Kamis , 12 Desember 2019 | 12:00
MRT Jakarta dan KAI Bentuk Perusahaan Joint Venture
Sumber Foto : Antara
Muhammad Effendi

JAKARTA - PT MRT Jakarta mengungkapkan PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) yang mengelola kereta komuter dan PT Railink sebagai pengelola kereta bandara Soekarno-Hatta akan di bawah satu perusahaan baru yang merupakan joint venture antara PT Kereta Api Indonesia atau PT KAI dan pengelola MRT Jakarta tersebut.

"Kebetulan sudah ditandatangani bahwa Railink (kereta bandara) dan KCI (kereta commuter) akan dibawah perusahaan baru yang di bawah kepemilikan MRT Jakarta dan PT KAI," ujar Direktur Operasional dan Maintenance MRT Jakarta, Muhammad Effendi di Jakarta pada Rabu (11/12/2019) malam.

Dia mengatakan hal tersebut sudah dilaksanakan dua hari lalu penandatanganannya, di mana Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta juga hadir.

"Perusahaan baru ini akan fokus mengembangkan atau mengoperasikan sekaligus melakukan pengembangan bisnis di KCI dan Railink," katanya.

Bentuknya seperti apa, lanjut dia, saat ini konsepnya sedang dikaji mengingat jajaran dewan direksinya juga sedang disiapkan.

Dalam waktu sebulan MRT Jakarta dan PT KAI diminta untuk menyiapkan dewan direksi perusahaan baru tersebut.

"InsyAllah baru di Januari 2020 akan terlihat, kemarin baru head off agreement yang ditandatangani," kata Muhammad Effendi.

Menurut Direktur Operasional dan Maintenance itu, perusahaan baru ini akan mengoperasikan KCI dan Railink. Fokusnya nanti tidak cuma pelayanan, namun juga mencakup pengoperasian dan pengelolaan TOD.

PT Kereta Commuter Indonesia adalah salah satu anak perusahaan di lingkungan PT Kereta Api Indonesia (Persero) yang mengelola KA Commuter Jabodetabek dan sekitarnya.

Sedangkan PT Railink merupakan anak perusahaan dari PT Kereta Api Indonesia dan PT Angkasa Pura II yang menghadirkan sebuah layanan transportasi publik berbasis “railway” bernama Kereta Api Bandara. (E-3/ant)

 

KOMENTAR

End of content

No more pages to load