DJKN Siap Melelang Harley dan Brompton yang Diselundupkan

Jumat , 06 Desember 2019 | 18:03
DJKN Siap Melelang Harley dan Brompton yang Diselundupkan
Sumber Foto: Antara
Harley Davidson yang diselundupkan.

JAKARTA - Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kementerian Keuangan menunggu keputusan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) dalam menentukan tindak lanjut terhadap sepeda motor Harley Davidson dan sepeda lipat Brompton seharga Rp 52 juta per unit yang diselundupkan melalui pesawat baru Garuda Indonesia Airbus A330-900 Neo.

Dirjen Kekayaan Negara Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Isa Rachmatarwata di Jakarta, Jumat (6/12/2019), menjelaskan pihaknya bisa melelang barang sitaan tersebut jika sudah ada keputusan dari DJBC. Lelang juga bisa dilakukan jika onderdil motor seharga ratusan juta rupiah tersebut dan sepeda Brompton dinyatakan sah secara hukum bisa diperjualbelikan di Indonesia.

"Itu sitaan Bea Cukai. Akan ada ketetapan dari Bea Cukai ini seperti apa. (Kalau) disita, dirampas, berarti ditetapkan menjadi milik negara," kata Isa.

Menurut Isa, Ditjen Bea Cukai sedang memproses secara formal barang selundupan tersebut.

"Saya rasa sedang menunggu proses. Saya rasa ada proses kan pasti, bukan sekedar ada berita acara. Saya nggak tahu proses kepabeanan. Tapi yakin saya itu ada proses formal sampai disita, dirampas dan sebagainya," ujar Isa.

Direktur Hukum dan Humas Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kemenkeu Tri Wahyuningsih Retno Mulyani menjelaskan pemrosesan barang sitaan dari skandal penyelundupan yang melibatkan maskapai Garuda Indonesia itu kini seluruhnya masih berada di DJBC. DJKN siap mengeksekusi lelang kendaraan selundupan tersebut jika status sudah ditetapkan DJBC.

"Ini benar-benar baru kan kasusnya. Nanti jika DJBC putuskan sesuai dengan ketentuan nya. Kalau mau dilelang ke kami lelangnya. Eksekusi di kami tapi keputusannya ada di DJBC," ujar Tri Wahyuningsih.

Tunjuk Plt

Sementara itu, Dewan Komisaris PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk telah menunjuk Direktur Keuangannya sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama, menggantikan I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra (Ari Ashkara) yang terbukti menyelundupkan Motor Harley Davidson dan sepeda Brompton di pesawat baru Garuda Airbus A330-900.

Keputusan ini sesuai dengan SK Dewan Komisaris No. DEKOM/SKEP/011/2019 yang mulai berlaku tanggal 5 Desember 2019 kemarin.

"Menetapkan Fuad Rizal sebagai Plt. Direktur Utama Garuda, disamping melaksanakan tugasnya sebagai Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko," sebagaimana yang dikutip dari siaran pers, Jumat (6/12/2019).

Penetapan Fuad Rizal Sebagai Plt. Direktur Utama Garuda Indonesia, disebutkan dalam siaran pers ini, berlaku hingga dilaksanakannya Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) Garuda Indonesia dalam waktu dekat.

"Plt. Direktur Utama memastikan bahwa kegiatan bisnis dan operasional akan tetap berjalan sesuai dengan rencana kerja Perseroan," disebutkan.

Selanjutnya, Garuda Indonesia juga akan melaksanakan hal-hal terkait dengan pelaksanaan RUPSLB sesuai dengan ketentuan Anggaran Dasar dan peraturan terkait lainnya.

Selain itu, Garuda Indonesia turut menegaskan bahwa Perseroan akan melakukan evaluasi secara berkesinambungan dalam proses bisnis yang berjalan serta berkomitmen untuk terus mengedepankan dan melaksanakan prinsip tata kelola Perusahaan yang baik dengan mematuhi aturan yang berlaku. (E-3/Ryo)

 

KOMENTAR

End of content

No more pages to load