Mandiri Proyeksikan Dolar Rp13.700 Hingga Rp13.900  

Selasa , 24 April 2018 | 19:45
Mandiri Proyeksikan Dolar Rp13.700 Hingga Rp13.900   
Sumber Foto Dok/Ist
Kartika Wirjoatmodjo

JAKARTA - Bank dengan aset terbesar, PT Bank Mandiri Persero Tbk memperkirakan Bank Indonesia (BI) akan melakukan intervensi di pasar keuangan hingga rupiah menguat di kisaran Rp13.700-Rp13.900 per dolar AS sepanjang kuartal II 2018.

Direktur Utama Bank Mandiri Kartika Wirjoatmodjo di Jakarta, Selasa (24/4/2018), menyarankan BI dalam jangka waktu menengah untuk menaikkan suku bunga acuan 7-Day Reverse Repo Rate, guna mencegah banyak modal asing yang keluar dari pasar saham dan obligasi.

"Jadi rasanya suku bunga The Fed naik akan terakselerasi. Indonesia jika tidak merespon, nanti ada selisih, nanti ada 'sell-off' dan penjualan di ekuitas," katanya.

Setelah modal asing keluar dari pasar saham, kata Tiko, bukan tidak mungkin investor juga akan mengalihkan dananya dari pasar obligasi, karena selisih antara imbal hasil obligasi di negara-negara maju dan Indonesia menyempit.

Selain itu, prospek pertumbuhan ekonomi di AS juga meningkat yang akan memicu kenaikan inflasi sehingga imbal hasil "yield" obligasi pemerintah AS, Treasury Bill, juga terangkat. Per Selasa ini, "yield" Treasury Bill bertenor 10 tahun mencapai tiga persen.

Dia memperkirakan BI akan melakukan intervensi besar-besaran pada akhir kuartal II 2018, ketika momentum kenaikan suku bunga Federal Reserve yang kedua kali semakin dekat. Tekanan terhadap rupiah itu juga akan semakin berat saat itu, karena korporasi banyak yang membayar dividennya ke luar negeri sehingga permintaan valas melonjak."Maka itu, BI masih bisa memperkuat rupiah di Rp13.700-Rp13.900 per dolar AS," ujarnya seperti dilansir antaranews.com.

Rupiah pada Selasa (24/4/2018) ini menunjukkan penguatan di pasar spot, setelah sepanjang Jumat (21/4/2018) dan Senin (24/4/2018) terdepresiasi hingga menyentuh level paling parah sepanjang tahun di kisaran Rp13.900.

Rupiah yang ditransaksikan antarbank di Selasa sore menguat sebesar 84 poin menjadi Rp13.878 dibandingkan posisi Selasa pagi.

Mengutip Kurs Jakarta Interbank Spot Dolar AS Refrence (Jisdor) yang diumumkan BI, pada Selasa ini, rupiah diperdagangkan di Rp13.900 dolar AS, melemah dibanding Senin (23/4) yang sebesar Rp13.894 dolar AS.

KOMENTAR

End of content

No more pages to load