Kemenkeu Bekukan Sementara Penyaluran Dana Desa

Senin , 18 November 2019 | 17:42
Kemenkeu Bekukan Sementara Penyaluran Dana Desa
Sumber Foto : SH/Satryo Yudhantoko
Astera Primanto Bhakti (tengah) saat mengikuti jumpa pers APBN KiTa

JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) masih belum bisa mengidentifikasi total kerugian negara yang terjadi karena adanya desa fiktif yang mendapat transfer dana desa. Sebab, bendahara negara masih menunggu data dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) terkait jumlah desa fiktif tersebut. 

Hal itu disampaikan Direktur Jendral Perimbangan Keuangan Kemenkeu Astera Primanto Bhakti dalam jumpa pers APBN KiTa, di Kantor Kemenkeu, Jalan Dr. Wahidin, Pasar Baru, Jakarta Pusat, Senin (18/11/2019). 

"Terkait dana desa kami masih menunggu berapa sebenarnya jumlah desa yang bermasalah dari Kemendagri. Dan kalau nanti sudah ada jumlahnya sehingga baru ditahu (kerugian) totalnya berapa," terang Prima. 

Lebih lanjut, Prima menyatakan bahwa pihaknya akan membekukan sementara penyaluran dana desa hingga verifikasi jumlah desa fiktif diketahui. "Selama ini (verifikasi data desa fiktif di Kemendagri) belum clear maka ini kita freeze (bekukan) dulu yang berkaitan dengan itu. Nanti jumlah detilnya tergantung Kementerian Dalam Negeri," dia menambahkan. 

Sementara, menurut catatan Kemenkeu hingga Oktober 2019 lalu, realisasi penyaluran dana desa telah mencapai Rp 52 triliun atau 72,4 persen dari total pagu anggaran APBN sebesar Rp 70 triliun. 

Angka ini lebih tinggi dari perolehan tahun lalu diperiode yang sama yaitu sebesar Rp 44,4 triliun. Maka pertumbuhan transfer dana desa yang teralisasi pada tahun ini meningkat 17 persen secara tahunan (yoy). (Ryo)

 

 

 

KOMENTAR

End of content

No more pages to load