Rupiah Meningkat Tajam Seiring Ekspektasi The Fed Tidak Lagi Agresif Naikkan Suku Bunga

- Selasa, 24 Januari 2023 | 16:32 WIB
Rupiah meningkat tajam seiring ekspektasi The Fed tidak lagi agresif naikkan suku bunga. (Istimewa)
Rupiah meningkat tajam seiring ekspektasi The Fed tidak lagi agresif naikkan suku bunga. (Istimewa)

SINAR HARAPAN - Kurs rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Selasa sore ditutup naik seiring dengan ekspektasi pasar akan The Fed yang tidak lagi agresif menaikan suku bunga.

Rupiah ditutup meningkat tajam 188 poin atau 1,24 persen ke posisi Rp14.888 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Jumat (20/1) Rp15.075 per dolar AS.

"Meskipun the Fed masih akan menaikkan tingkat suku bunga acuannya pada tahun ini, namun pasar melihat kebijakan tersebut tidak lagi seagresif pada tahun 2022 dan sudah cenderung priced in," kata Analis Pasar Uang Bank Mandiri Reny Eka Putri di Jakarta, yang dikutip Selasa 24 Januari 2023.

Baca Juga: Konsumsi Listrik Meningkat, Bukti Pertumbuhan Ekonomi RI Baik

Reny mengatakan dalam pernyataan the Fed terakhir pada Desember 2022, bank sentral AS itu akan menaikkan suku bunga acuannya sampai ke level 5,25 persen pada tahun ini. Namun, konsensus pasar melihat The Fed hanya akan menaikkan sebesar 25 basis poin (bps) pada pertemuan Februari 2023.

Penguatan rupiah terjadi seiring dengan menurunnya tekanan eksternal. Indeks dolar AS yang terus menurun mendekati level 100 yang mengindikasikan pelemahan dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama (major currencies) juga membuka peluang penguatan pada mata uang rupiah.

Faktor lain yang mendukung penguatan rupiah adalah membaiknya data-data ekonomi domestik, arus modal masuk (capital inflow) yang mulai terjadi, serta kepercayaan investor yang meningkat. Itu terefleksi juga dengan rupiah yang kembali menguat ke bawah level 15.000 terhadap dolar AS dalam sesi perdagangan di Januari 2023.

Baca Juga: Lisa Blackpink Trending di Twitter, Harga Saham YG Entertainment Bakal Anjlok?

Membaiknya data-data ekonomi domestik ditunjukkan antara lain oleh peningkatan cadangan devisa, dan surplus neraca perdagangan yang masih berlanjut, yang mana surplus mencapai 3,89 miliar dolar AS pada Desember 2022.

Halaman:

Editor: Yuanita SH

Sumber: ANTARA

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kurs Rupiah Tertekan, Turun 28 Poin Pagi Ini

Jumat, 27 Januari 2023 | 09:28 WIB

Bisnis Thrift Shop Kian Diminati Anak Muda

Kamis, 26 Januari 2023 | 16:38 WIB

BTPN Optimis Dapat Penuhi Aturan Saham Free Float

Kamis, 26 Januari 2023 | 09:15 WIB

Surplus, Jawa Barat Tidak Perlu Beras Impor

Rabu, 25 Januari 2023 | 11:57 WIB
X