• Selasa, 31 Januari 2023

Inflasi, Kemiskinan, Investasi, dan Stunting Jadi Fokus Pemerintah di Tahun 2023

- Kamis, 19 Januari 2023 | 09:49 WIB
Inflasi, Kemiskinan, Investasi, dan Stunting Jadi Fokus Pemerintah di Tahun 2023. (Pixabay.com/stevepb)
Inflasi, Kemiskinan, Investasi, dan Stunting Jadi Fokus Pemerintah di Tahun 2023. (Pixabay.com/stevepb)

SINAR HARAPAN - Dalam acara "Peringatan Hari Bakti Perbendaharaan Tahun 2023", Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani menyebutkan terdapat empat hal yang menjadi fokus di tahun 2023, yakni inflasi, kemiskinan ekstrem, investasi, hingga stunting.

Inflasi harus dijinakkan karena dapat mempengaruhi banyak hal, sehingga menjadi atensi Presiden Joko Widodo agar seluruh institusi pemerintah, tidak hanya Bank Indonesia (BI), untuk bergerak bersama menjaga agar inflasi terkendali.

“Saya berharap tentu Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dengan instrumen fiskalnya, kita punya anggaran ketahanan pangan, termasuk untuk pertanian, serta punya dana transfer ke daerah. Pemerintah daerah dan pusat semuanya bersama-sama mengatasi inflasi, terutama dari sisi suplai dan distribusi,” kata Sri Mulyani seperti dikutip dari keterangan resmi di Jakarta, Rabu 18 Januari 2023.

Baca Juga: Bank Syariah Indonesia (BRIS) Berkomitmen Tingkatkan Angka Literasi Syariah

Kemudian untuk menurunkan atau menghilangkan kemiskinan ekstrem, Menkeu mengatakan pemerintah memberikan perhatian dengan menggunakan instrumen fiskal Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Hal tersebut lantaran negara yang mengalami pertumbuhan ekonomi cukup tinggi seperti Indonesia, biasanya dibarengi dengan kesenjangan yang juga melebar.

Fokus selanjutnya adalah investasi. Dengan tren perekonomian dunia yang melemah, maka iklim investasi yang berdampak pada penurunan biaya dan risiko investasi harus dibangun sehingga walaupun suku bunga naik, investor tetap bisa percaya diri akan mendapatkan keuntungan dari investasi.

Maka dari itu, Kemenkeu bekerja sama dengan pemerintah daerah, kementerian, lembaga akan siap menggunakan instrumen untuk mendorong dan mengakselerasi investasi, karena tidak adanya investasi akan berdampak kepada penciptaan kesempatan kerja dan menurunkan kesejahteraan rakyat.

Baca Juga: Sambut Tahun Baru Imlek, KAI Beri Diskon Imlek Tiket 11 Kereta Api Jarak Jauh

Untuk stunting, Bendahara Negara ini menjelaskan anak-anak balita yang kurang gizi nantinya akan menyebabkan pertumbuhan tidak maksimal. Meski angka stunting sudah turun dari 33 persen ke 24 persen, namun masih akan didorong untuk jauh berkurang.

Halaman:

Editor: Yuanita SH

Sumber: ANTARA, Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Lanjut Bullish, Harga Saham KBLM Melesat Lagi

Senin, 30 Januari 2023 | 12:43 WIB

Harga Saham ADMR Kembali Jatuh, Hold atau Jual?

Senin, 30 Januari 2023 | 12:31 WIB

Resmi! JD.ID Tutup Layanan di Indonesia

Senin, 30 Januari 2023 | 11:53 WIB
X