Survei: Gojek, Aplikasi Transportasi dan Logistik Terbanyak Digunakan Masyarakat Indonesia

- Rabu, 7 Desember 2022 | 16:41 WIB
Survei: Gojek, aplikasi transportasi dan logistik terbanyak digunakan masyarakat Indonesia. (CatatanBandung/Gojek)
Survei: Gojek, aplikasi transportasi dan logistik terbanyak digunakan masyarakat Indonesia. (CatatanBandung/Gojek)

SINAR HARAPAN - Institute for Development of Economics and Finance (Indef) melakukan penelitian dengan tema "Tren Industri Persepsi Konsumen Jasa Transportasi dan Logistik Online: Transportasi dan Logistik Online Terbukti Tangguh di Gejolak Ekonomi." Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa Gojek menjadi aplikasi penyedia jasa transportasi dan logistik online yang paling banyak digunakan oleh masyarakat Indonesia.

Dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Rabu 7 Desember 2022, Gojek menjadi brand dengan tingkat kepuasan tertinggi dari konsumen meskipun disebutkan juga bahwa konsumen mempunyai lebih dari satu aplikasi transportasi online dan logistik di dalam ponsel pintarnya.

Dari hasil survei tersebut, diketahui sebanyak 82 persen pengguna transportasi online memilih menggunakan Gojek. Sementara pengguna transportasi online yang memilih menggunakan Grab ada sebesar 53 persen, Maxim 19,6 persen, dan InDriver (4,9 persen).

Baca Juga: Penuhi Modal Inti, Rights Issue BBYB Oversubscribed Rp756 Miliar

Untuk segmen logistik online, pelaku UMKM dan pedagang online mayoritas juga memilih menggunakan Gojek (GoSend) dengan porsi sebesar 64 persen, diikuti Grab (42 persen), ShopeeXpress (28 persen), Lalamove (18,7 persen), AnterAja (10,9 persen), NinjaXpress (7,8 persen), dan Deliveree (5,4 persen).

Hasil tersebut diperoleh dari penelitian yang dilakukan INDEF pada periode Agustus-September 2022 melalui survei kepada pengguna transportasi online dan pedagang daring sebagai konsumen logistik online. Untuk pengguna transportasi online, ada sebanyak 2.310 responden yang di survei di 5 kota besar di Indonesia, yaitu Jabodetabek, Bandung, Palembang, Bali, Yogyakarta, dan Palembang.

Untuk logistik online, survei dilakukan di tiga kota besar yaitu Jabodetabek, Bandung, dan Surabaya dengan total sebanyak 1.155 responden yang merupakan social seller atau penjual yang memanfaatkan media sosial untuk berjualan.

Baca Juga: BI: Cadangan Devisa Meningkat Jadi 134 Miliar Dolar AS Pada November 2022

Direktur Riset Indef, Esther Sri Astuti Soeryaningrum, mengatakan pihaknya melakukan kajian terhadap jasa transportasi dan logistik online lantaran dua pilar tersebut menjadi salah satu faktor pendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia, khususnya dari sisi digital.

Halaman:

Editor: Yuanita SH

Sumber: ANTARA, Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Catat! Beli Minyakita Kini Wajib Pakai KTP

Sabtu, 4 Februari 2023 | 11:05 WIB

Kurs Rupiah Melemah Pagi Ini

Jumat, 3 Februari 2023 | 09:38 WIB

IHSG Dibuka Melesat Pagi Ini

Jumat, 3 Februari 2023 | 09:35 WIB

Akhirnya! Harga Saham GOTO Breakout Resistance

Kamis, 2 Februari 2023 | 13:02 WIB
X