Pajak Ekspor Bijih Nikel Kemungkinan Naik Imbas RI Kalah Gugatan di WTO

- Kamis, 1 Desember 2022 | 06:33 WIB
Pajak ekspor bijih nikel kemungkinan akan dinaikkan imbas RI kalah gugatan di WTO. (Pexels/Pixabay)
Pajak ekspor bijih nikel kemungkinan akan dinaikkan imbas RI kalah gugatan di WTO. (Pexels/Pixabay)

SINAR HARAPAN - Menteri Investasi/Kepala BKPM, Bahlil Lahadalia, mengungkapkan ada kemungkinan pemerintah menaikkan pajak ekspor bijih nikel sebagai cara untuk melanjutkan hilirisasi salah satu mineral logam tersebut setelah Indonesia kalah dalam sengketa di Organisasi Perdagangan Dunia (WTO).

"Ini kan main di instrumen. Salah satu di antaranya bisa pajak ekspor mungkin kita naikkan, dan itu kewenangan kita," kata Bahlil di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu kemarin.

Bahlil mengatakan kenaikan pajak ekspor nikel dimungkinkan sebagai cara lain di luar upaya banding yang akan diajukan Pemerintah Indonesia dalam sengketa dengan Uni Eropa (UE) di Badan Penyelesaian Sengketa (DSB) WTO terkait kebijakan larangan ekspor nikel.

Baca Juga: BRI (BBRI) Catat Pertumbuhan Transaksi BRImo Capai Rp2.084 Triliun

Bahlil enggan merincikan cara lain tersebut karena hal itu merupakan “strategi” pemerintah yang perlu dirahasiakan.

“Mereka punya 1.000 akal, kita buat 2.000 akal. Indonesia ini orangnya pintar-pintar, tak bisa lagi, dan nyali kita tak kecil kok,” kata dia.

Setelah kalah dalam sengketa larangan ekspor nikel di WTO, Bahlil mengatakan Presiden Joko Widodo telah memerintahkan jajaran menteri untuk menyiapkan banding.

Baca Juga: Gubernur BI: Indonesia Harus Waspadai Lima Potensi Risiko Global

“Perintah Presiden hadapi dan lawan. Caranya, pertama adalah dengan banding, yang kedua adalah dengan cara-cara lain,” kata dia.

Halaman:

Editor: Yuanita SH

Sumber: ANTARA, Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Lanjut Bullish, Harga Saham KBLM Melesat Lagi

Senin, 30 Januari 2023 | 12:43 WIB

Harga Saham ADMR Kembali Jatuh, Hold atau Jual?

Senin, 30 Januari 2023 | 12:31 WIB

Resmi! JD.ID Tutup Layanan di Indonesia

Senin, 30 Januari 2023 | 11:53 WIB

Kasus Babi Mati Mendadak Naik Menjadi 256 Ekor

Minggu, 29 Januari 2023 | 17:08 WIB
X