Anda Pegang Obligasi AS? Baca Dulu Peringatan BofA Ini

- Rabu, 30 November 2022 | 16:13 WIB
Anda pegang obligasi AS? baca dulu peringatan BofA Ini. (ANTARA/Rosa Panggabean)
Anda pegang obligasi AS? baca dulu peringatan BofA Ini. (ANTARA/Rosa Panggabean)

SINAR HARAPAN - Imbal hasil (yield) obligasi AS memang sangat menggiurkan, baagaimana tidak, federal reserved kerap kali menaikan suku bunga acuan yang sekaligus menaikan yield obligasi AS hingga menyentuh angka tertingginya.

Namun jangan terlalu terlena, Bank of America (BofA) memperingatkan bahwa resesi ekonomi dapat memaksa Federal Reserve memperlambat pengetatan moneter pada tahun depan untuk merangsang ekonomi yang menyusut dan mengirimkan imbal hasil obligasi pemerintah lebih rendah.

BofA yakin ekonomi AS akan memasuki resesi sekitar pertengahan tahun depan, mendorong Fed untuk memangkas suku bunga pada akhir 2023 dan mengirim imbal hasil - yang bergerak terbalik dengan harga - lebih rendah melintasi kurva, kata Mark Cabana, kepala strategi suku bunga AS di BofA, dalam presentasi media pada Selasa November waktu saetempat.

Baca Juga: Gubernur BI: Indonesia Harus Waspadai Lima Potensi Risiko Global

Perlambatan yang diproyeksikan dalam kenaikan suku bunga juga akan meredam beberapa volatilitas yang melanda investor tahun ini, yang melihat penurunan tajam dalam harga saham dan obligasi, kata Cabana.

"The Fed kemungkinan akan menunjukkan tanda-tanda menjadi sukses dalam upaya mereka untuk mengendalikan inflasi dengan melunakkan pasar tenaga kerja," katanya. "Itu mungkin juga akan memungkinkan volatilitas dalam suku bunga dan lintas pasar untuk menekan sampai batas tertentu."

The Fed telah menaikkan suku bunga sebesar 375 basis poin sepanjang tahun ini sebagai upaya untuk menurunkan inflasi tertinggi dalam beberapa dekade.

Baca Juga: Suami Puan Maharani Beraksi Lagi, Saham SINI dan MINA Kompak Melesat

Cabana memperkirakan bank sentral menaikkan suku bunga tiga kali lagi hingga mencapai suku bunga terminal 5,25 persen pada Maret. Pembuat kebijakan kemungkinan akan mulai memangkas suku bunga pada Desember 2023, katanya.

Halaman:

Editor: Yuanita SH

Sumber: ANTARA, Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Lanjut Bullish, Harga Saham KBLM Melesat Lagi

Senin, 30 Januari 2023 | 12:43 WIB

Harga Saham ADMR Kembali Jatuh, Hold atau Jual?

Senin, 30 Januari 2023 | 12:31 WIB

Resmi! JD.ID Tutup Layanan di Indonesia

Senin, 30 Januari 2023 | 11:53 WIB

Kasus Babi Mati Mendadak Naik Menjadi 256 Ekor

Minggu, 29 Januari 2023 | 17:08 WIB
X