OJK Perpanjang Kebijakan Restrukturisasi Kredit Hingga 2024 Untuk Segmen, Sektor, dan Industri Tertentu

- Senin, 28 November 2022 | 13:43 WIB
OJK Perpanjang kebijakan restrukturisasi kredit hingga 2024 untuk segmen, sektor, dan industri tertentu. (Digitabank.id/Foto: Ilustasi)
OJK Perpanjang kebijakan restrukturisasi kredit hingga 2024 untuk segmen, sektor, dan industri tertentu. (Digitabank.id/Foto: Ilustasi)

SINAR HARAPAN - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melakukan perpanjangan periode kebijakan restrukturisasi kredit/pembiayaan yang akan berakhir Maret 2023 menjadi berakhir pada 31 Maret 2024.

OJK menilai ketidakpastian ekonomi saat ini masih tetap tinggi seiring dengan sikap hawkish Bank Sentral AS (The Fed) yang mengambil langkah untuk terus menerus menaikan suku bunga guna memerangi inflasi yang mempengaruhi kebijakan ekonomi global dan ketidakpastian kondisi geopolitik. Serangkaian masalah tersebut membuat perlambatan pertumbuhan ekonomi dunia ke depan menjadi tidak terhindarkan.

Di sisi lain, pemulihan perekonomian nasional terus berlanjut seiring dengan lebih terkendalinya pandemi dan normalisasi kegiatan ekonomi masyarakat, hal tersebut tercermin dari kuatnya pertumbuhan sebagian besar sektor dan industri Indonesia. Meskipun begitu, masih dijumpai beberapa pengecualian akibat dampak berkepanjangan pandemi Covid-19 atau scarring effect.

Baca Juga: Setelah Saham BUMI Masuk Indeks MSCI, Bumi Resources Siap Private Placement

Berdasarkan dengan perkembangan tersebut dan untuk menyikapi akan berakhirnya kebijakan restrukturisasi kredit/pembiayaan pada Maret 2023, OJK mengambil kebijakan untuk mendukung segmen, sektor, industri dan daerah tertentu (targeted) yang memerlukan periode restrukturisasi kredit/pembiayaan tambahan selama 1 tahun sampai 31 Maret 2024.

Berikut kriteria segmen, sektor, dan industri yang dimaksudkan:

1. Segmen UMKM yang mencakup seluruh sektor
2. Sektor penyediaan akomodasi dan makan-minum
3. Industri yang menyediakan lapangan kerja besar, yaitu industri tekstil dan produk tekstil (TPT) serta industri alas kaki.

Seperti dikutip dalam keterangan OJK, Senin, 28 November 2022, OJK menyebutkan bahwa kebijakan tersebut dilakukan secara terintegrasi dan berlaku bagi perbankan serta perusahaan pembiayaan.

Baca Juga: Indonesia Ramaikan Pameran Produk Halal Terbesar di Dunia

Halaman:

Editor: Yuanita SH

Sumber: ANTARA, Berbagai Sumber, infobank

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X