Laba Bersih Melesat 108,5 Persen, Saham TLDN Dalam Sepekan Masih Stagnan

- Minggu, 27 November 2022 | 21:21 WIB
Laba bersih melesat 108,5 persen, saham TLDN dalam sepekan masih stagnan. (Jateng Network)
Laba bersih melesat 108,5 persen, saham TLDN dalam sepekan masih stagnan. (Jateng Network)

SINAR HARAPAN - Saham PT Teladan Prima Agro Tbk (TLDN) dalam sepekan yang terhitung pada 21 November hingga 25 November, masih stagnan pada harga Rp580, rata-rata volume perdagangan dalam sepekan pun terbilang cukup rendah yakni sebesar 202,6 ribu lembar saham.

Meskipun begitu, TLDN telah berhasil merealisasikan laba bersih hingga akhir kuartal III 2022 mencapai Rp560,47 miliar atau tumbuh 108,5 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya sebesar Rp268,78 miliar.

Adapun pencapaian laba bersih tersebut berasal dari total pendapatan TLDN yang mencapai Rp2,47 triliun atay tumbuh 20,8 persen (yoy) karena kenaikan harga jual rata-rata Crude Palm Oil (CPO) menjadi Rp 11.566/Kg dan Palm Kernel (PK) menjadi Rp7.477/Kg.

Baca Juga: Potensi Industri Semikonduktor Masih Cemerlang di Tahun 2023

“CPO menjadi kontributor terbesar pendapatan TLDN selama periode Januari-September 2022 yaitu sebesar Rp2,21 triliun, lebih tinggi dibandingkan periode sama di tahun sebelumnya, dikarenakan lebih tingginya harga jual rata-rata CPO sebesar 19,9 persem yoy,” kata Direktur Utama TLDN, Wishnu Wardhana, dalam keterangan resmi, Minggu 27 November 2022.

Sementara itu, Perseroan juga mencatatkan realisasi earnings before interest, tax, depreciation and amortization (EBITDA) sebesar Rp957 miliar hingga akhir September 2022 atau tumbuh 17,0 persen yoy.

Selain itu, total aset TLDN sepanjang Januari-September 2022 mengalami kenaikan menjadi Rp5,42 triliun dari sebelumnya pada Januari-September 2021 sebesar Rp4,84 triliun.

Baca Juga: Demi 5 Persen Kontrak Bagi Hasil Ladang Minyak Buzios, Raksasa Migas China CNOOC Gelontorkan US,9 Miliar

Sejalan dengan pencapaian kinerja keuangan, kinerja operasional TLDN dari sisi kebun yaitu produksi tandan buah segar (TBS) inti juga tercatat tumbuh 5,6 persem pada sembilan bulan di tahun 2022 atau setara 758.507 ton.

Halaman:

Editor: Yuanita SH

Sumber: ANTARA, Rti Business, Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Bisnis Thrift Shop Kian Diminati Anak Muda

Kamis, 26 Januari 2023 | 16:38 WIB

BTPN Optimis Dapat Penuhi Aturan Saham Free Float

Kamis, 26 Januari 2023 | 09:15 WIB

Surplus, Jawa Barat Tidak Perlu Beras Impor

Rabu, 25 Januari 2023 | 11:57 WIB
X