SKK Migas Teken MoU Dengan Tujuh Perusahaan, Garap Proyek Apa Saja?

- Jumat, 25 November 2022 | 19:07 WIB
SKK Migas teken MoU dengan tujuh perusahaan, garap proyek apa saja? (SKK Migas)
SKK Migas teken MoU dengan tujuh perusahaan, garap proyek apa saja? (SKK Migas)

SINAR HARAPAN - Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menggandeng tujuh perusahaan baik dalam dan luar negeri melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) untuk membidik target produksi minyak dan gas pada 2030.

Seperti diketahui, pada 2030 SKK Migas menargetkan produksi minyak mencapai satu juta barel per hari dan gas mencapai 12 miliar standar kaki kubik per hari (BSCFD).

"MoU dengan tujuh perusahaan tersebut mendukung Rencana Strategis Migas Indonesia," kata Kepala SKK Migas, Dwi Soetjipto, di sela Konvensi Internasional III Industri Hulu Minyak dan Gas 2022 di Nusa Dua, Bali, Kamis kemarin.

Baca Juga: Kurs Rupiah Ditutup Melemah Rp 15.672,2 Per US$

Lebih lanjut ia menjelaskan tujuh perusahaan itu merupakan penyedia teknologi dan mitra bisnis baik swasta dan BUMN, yaitu Schlumberger, Landmark Halliburton, Superintending Company of Indonesia (Sucofindo), Konsorsium Luas Birus Utama-Patra Abdi Sejati-Petrotech Penta Nusa-ANTON, Solar Services Indonesia (Solar Turbines), PT Pertamina International Shipping, dan PT Perkebunan Nusantara III (Persero).

Dwi merinci MoU dengan Schlumberger dan Landmark Halliburton memiliki lingkup kerja sama antara lain pengembangan sumber daya manusia, digitalisasi, serta penerapan teknologi terbaru pada kegiatan eksplorasi dan produksi.

Sedangkan dengan Sucofindo, memfasilitasi pemanfaatan sumber daya dan pengalaman korporasi itu dalam inspeksi, pengujian, sertifikasi, konsultasi dan pelatihan untuk mendukung operasi hulu migas.

Baca Juga: Studi HSBC: Pebisnis di Indonesia Tetap Optimis Mampu Ekspansi pada 2023

Selanjutnya dengan konsorsium Indonesia PT Luas Birus Utama-PT Abdi Patra Sejati-PT Petrotech Penta Nusa dan PT Anton Oilfield Services Indo bertujuan mengevaluasi potensi reaktivasi sumur yang sudah tidak aktif dan pengembangan lapangan, serta optimalisasi dan peningkatan pencapaian produksi migas, kemudian
mendukung SKK Migas dalam mengelola kegiatan usaha hulu migas.

Kemudian, MoU dengan PT Solar Services Indonesia untuk memastikan keandalan peralatan utama untuk menggenjot target produksi migas 2030 hingga efisiensi biaya.

Dengan PT Pertamina International Shipping, MoU bertujuan memanfaatkan layanan transportasi logistik via laut sehingga mengoptimalkan penggunaan jasa dalam negeri.

Baca Juga: KNEKS Optimis Ekonomi dan Keuangan Syariah Berkembang Dengan Penguatan Industri Halal

Sedangkan dengan PTPN, SKK Migas menjalin kolaborasi untuk mengatasi kendala pengadaan lahan dalam eksplorasi dan produksi hulu migas. MoU itu mengatur mekanisme pengadaan tanah oleh perusahaan hulu migas atau yang dikenal dengan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (Kontraktor KKS) yang berada di lokasi milik PTPN.

Dalam kesempatan itu, Kontraktor KKS PT Pertamina Hulu Rokan juga melaksanakan penandatanganan MoU dengan enam perusahaan penyedia teknologi untuk mengaktifkan kembali sumur di wilayah kerja Rokan.

Berdasarkan data SKK Migas, hingga triwulan ketiga 2022 produksi minyak mencapai 613 ribu barel minyak per hari (BOPD). Sedangkan lifting minyak mencapai 610 BOPD dan untuk salur gas sebesar 5,3 juta kaki kubik per hari dengan total lifting migas mencapai sekitar 1,562 juta barel setara minyak per hari (BOEPD) atau sekitar 89,8 persen dari target 2022.***

Editor: Yuanita SH

Sumber: ANTARA, Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Lanjut Bullish, Harga Saham KBLM Melesat Lagi

Senin, 30 Januari 2023 | 12:43 WIB

Harga Saham ADMR Kembali Jatuh, Hold atau Jual?

Senin, 30 Januari 2023 | 12:31 WIB

Resmi! JD.ID Tutup Layanan di Indonesia

Senin, 30 Januari 2023 | 11:53 WIB

Kasus Babi Mati Mendadak Naik Menjadi 256 Ekor

Minggu, 29 Januari 2023 | 17:08 WIB
X