• Rabu, 30 November 2022

Total Pendapatan Premi Industri Asuransi Jiwa Capai Rp143,75 triliun

- Kamis, 24 November 2022 | 09:05 WIB
Total pendapatan premi industri asuransi jiwa capai Rp143,75 triliun. (Donald K.S)
Total pendapatan premi industri asuransi jiwa capai Rp143,75 triliun. (Donald K.S)

SINAR HARAPAN - Total pendapatan premi industri asuransi jiwa mencapai Rp143,75 triliun pada triwulan III 2022. Capaian itu turun 3,8 persen year on year (yoy), dari sebelumnya sebesar Rp149,36 triliun pada periode sama 2021.

Dalam Konferensi Pers Laporan Kinerja Industri Asuransi Jiwa Kuartal III 2022 di Jakarta, Rabu kemarin, Ketua Dewan Pengurus Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI), Budi Tampubolon, menyebutkan pendapatan premi dari kanal distribusi keagenan, premi dari bisnis syariah, tradisional asuransi kumpulan, serta pembayaran reguler mencatatkan pertumbuhan pada triwulan III 2022 ini.

Menurut dia, masih tertahannya pendapatan premi di tengah adanya pertumbuhan total tertanggung pada industri asuransi jiwa, mengindikasikan bahwa produk asuransi jiwa sudah menyasar ke kalangan masyarakat kelas ekonomi menengah ke bawah.

Baca Juga: Kredit Tumbuh, BI Catat Uang Beredar Lebih dari Rp8.000 Triliun

"Industri asuransi jiwa sudah menyasar kepada kalangan masyarakat menengah ke bawah, yang ingin memiliki perlindungan asuransi, namun dengan nilai premi atau nilai uang pertanggungan yang lebih terjangkau, lebih rendah daripada uang pertanggungan segmen menengah ke atas," kata Budi.

Dia mengatakan hal ini merupakan indikasi positif bagi industri asuransi jiwa, serta menjadi pendorong mereka untuk terus mengembangkan produk yang mampu menyasar lebih luas lagi kepada seluruh kalangan masyarakat di Indonesia.

Sedangkan, dia menyampaikan total pendapatan industri asuransi jiwa mencapai Rp164,55 triliun hingga triwulan III 2022, atau turun sebesar 4 persen yoy dibandingkan dengan periode yang sama 2021.

Baca Juga: Piaggio, Perusahaan Otomotif asal Italia, Resmi Punya Pabrik di Indonesia

Apabila ditarik lebih jauh, menurut dia, capaian ini masih lebih baik dibandingkan pada masa awal pandemi COVID- 19 pada tahun 2020, yang mana industri ini mengalami penurunan yang cukup signifikan.

Halaman:

Editor: Yuanita SH

Sumber: ANTARA, Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Sah! UMP Jawa Barat Tahun 2023 Naik 7,8 Persen

Selasa, 29 November 2022 | 05:57 WIB
X