WPIC Perkirakan Sektor Industri Otomotif Jadi Faktor Pendorong Defisit Logam Pada 2023

- Selasa, 22 November 2022 | 11:28 WIB
WPIC perkirakan sektor industri otomotif jadi faktor pendorong defisit logam pada 2023.
WPIC perkirakan sektor industri otomotif jadi faktor pendorong defisit logam pada 2023.

SINAR HARAPAN - Dewan Investasi Platinum Dunia (WPIC) memperkirakan terjadinya defisit logam yang digunakan dalam produksi kendaraan dan pembuatan sistem pembuangan kendaraan atau biasa disebut knalpot pada tahun 2023 setelah mencatat surplus yang besar dan kuat tahun ini.

Pada Selasa 22 November 2022, WPIC mencatatkan penggunaan logam oleh pembuat mobil akan meningkat dan mendorong permintaan logam pada 2023 sebesar 19 persen menjadi 7,77 juta ons, angka terserbut menjadi yang terbesar sejak 2020.

Permintaan dari sektor industri otomotif didorong oleh meningkatnya produksi kendaraan dan aturan mengenai standar emisi yang lebih ketat sehingga membutuhkan lebih banyak logam yang digunakan dalam pembuatan knalpot kendaraan.

Baca Juga: OPEC Bantah Laporan Media Barat, Harga Minyak di Pasar Asia Merangkak Naik

Melansir dari data konsultan Metals Focus, WPIC juga memperkirakan terhambatnya pasokan logam oleh pemadaman listrik dan pemeliharaan di tambang di produsen utama Afrika Selatan berpotensi menciptakan defisit 303.000 ons tahun depan.

WPIC juga mengatakan pasar akan kelebihan pasokan tahun ini sebesar 804.000 ons, kurang dari surplus 974.000 ons yang diharapkan dalam laporan kuartalan yang berakhir pada September.

Masih berdasarkan data WPIC, produsen juga telah mengganti paladium dengan platinum yang lebih murah untuk menghemat ongkos produksi, dengan substitusi tersebut menyumbang 340.000 ons permintaan platinum tahun ini dan akan naik lebih dari 500.000 ons pada tahun 2023.

Baca Juga: Indonesian Upstream Oil and Gas 2022 Siap Dilaksanakan, Gas Bumi Jadi Jembatan Transisi Energi

Pembelian platinum batangan dan koin akan melonjak 49 persen tahun depan seiring dengan meningkatnya permintaan dari Jepang, sementara arus keluar logam dari exchange traded funds/ETF (kontrak investasi kolektif yang unit penyertaannya dicatat dan diperdagangkan di bursa) akan sangat melambat.

Halaman:

Editor: Yuanita SH

Sumber: ANTARA, Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Catat! Beli Minyakita Kini Wajib Pakai KTP

Sabtu, 4 Februari 2023 | 11:05 WIB

Kurs Rupiah Melemah Pagi Ini

Jumat, 3 Februari 2023 | 09:38 WIB

IHSG Dibuka Melesat Pagi Ini

Jumat, 3 Februari 2023 | 09:35 WIB

Akhirnya! Harga Saham GOTO Breakout Resistance

Kamis, 2 Februari 2023 | 13:02 WIB
X