OPEC Bantah Laporan Media Barat, Harga Minyak di Pasar Asia Merangkak Naik

- Selasa, 22 November 2022 | 11:18 WIB
OPEC bantah laporan media barat, harga minyak di pasar Asia merangkak naik . (Bonsernews.com/voaindonesia.com/Reuters)
OPEC bantah laporan media barat, harga minyak di pasar Asia merangkak naik . (Bonsernews.com/voaindonesia.com/Reuters)

SINAR HARAPAN - Harga minyak sedikit menguat di awal perdagangan Asia pada Selasa pagi ini, penguatan harga minyak terjadi setelah Arab Saudi membantah laporan media barat Wall Street Journal (WSJ) yang mengatakan bahwa mereka sedang mendiskusikan peningkatan pasokan minyak melalui OPEC dan sekutunya.

Pada pukul 10:44 WIB pagi hari ini, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS naik 0,39 persen, menjadi diperdagangkan di US$80,11 per barel. Lalu, minyak mentah berjangka Brent terangkat 17 sen atau 0,2 persen, menjadi diperdagangkan di US$87,62

Kenaikan kedua harga acuan pagi ini menghentikan jatuhnya harga lebih dari US$5 di sesi sebelumnya setelah Wall Street Journal (WSJ) melaporkan peningkatan hingga 500.000 barel per hari yang akan dipertimbangkan pada pertemuan OPEC+ pada 4 Desember.

Baca Juga: Perusahaan-Perusahaan Ini Kantongi Kontrak Dagang US,8 Juta Dari IC-CEPA

Rebound minyak juga didukung oleh menteri energi Arab Saudi, Pangeran Abdulaziz bin Salman, melalui Saudi Press Agency (SPA) yang mengatakan bahwa kerajaan akan bertahan dengan pengurangan produksi dan tidak membahas potensi peningkatan produksi minyak dengan produsen minyak OPEC lainnya.

Sebelumnya Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak dan sekutunya (OPEC+) baru-baru ini memangkas target produksi dan menegaskan bahwa OPEC+ akan tetap berhati-hati pada produksi minyak karena ketidakpastian tentang ekonomi global.

Kekhawatiran pasokan juga agak mereda dengan berubahnya WTI menjadi contango (harga komoditas berjangka lebih tinggi dari harga spot).

Baca Juga: Sosialisasikan Waspada Investasi Ilegal, IPB Gandeng OJK dan Polri

Namun, meningkatnya kasus COVID-19 di China masih membatasi keuntungan pasar minyak selama negara tirai bambu ini memerangi wabah secara nasional yang sekaligus memangkas permintaan minyak yang digunakan untuk Industri.***

Halaman:

Editor: Yuanita SH

Sumber: ANTARA, Trading View, Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Akhirnya! Harga Saham GOTO Breakout Resistance

Kamis, 2 Februari 2023 | 13:02 WIB

Harga Emas Antam Meroket Hari Ini, Cek Harganya!

Kamis, 2 Februari 2023 | 12:35 WIB

Janji Akan Bagi Dividen, PT PGE Siap IPO

Kamis, 2 Februari 2023 | 09:42 WIB

Dana Abadi Untuk Pendidikan Capai Rp129 Triliun

Kamis, 2 Februari 2023 | 09:12 WIB

Penerimaan Cukai Rokok Kudus Lampaui Target

Kamis, 2 Februari 2023 | 08:54 WIB

Kinerja Solid, Laba Bersih BRIS Melesat 40,68 Persen

Kamis, 2 Februari 2023 | 08:32 WIB
X