Unit Bisnis Patungan GOTO dan UNVR Ungkap Pentingnya Transformasi Digital Bagi UMKM

- Sabtu, 19 November 2022 | 08:52 WIB
Unit bisnis patungan GOTO dan UNVR ungkap pentingnya transformasi digital bagi UMKM.
Unit bisnis patungan GOTO dan UNVR ungkap pentingnya transformasi digital bagi UMKM.

SINAR HARAPAN - Unit bisnis patungan Gojek Tokopedia (GoTo) dengan Unilever Group (UNVR), PT Gerai Cepat Untung (GOTOKO) GoToko, mengungkapkan pentingnya transformasi digital bagi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), termasuk bagi warung, terutama dalam menghadapi ancaman resesi.

CEO dan President Director GOTOKO, Gurnoor Singh Dhillon, dalam pernyataan di Jakarta, Jumat kemarin, menilai transformasi digital telah terbukti menciptakan kemampuan bertahan di masa pandemi, juga sebagai bekal untuk mendorong bisnis.

Menurut Gurnoor, tekanan resesi kemungkinan akan berdampak pada rantai pasokan barang, yang mengarah pada tantangan pengadaan persediaan bagi pemilik warung. Situasi ini mirip pandemi lalu, akan memotivasi pemilik warung untuk mengubah cara mereka berbisnis.

Baca Juga: Sah! GOTO PHK Massal 1.300 Karyawan

"Saya percaya perubahan adalah pola pikir, dan dalam krisis seperti ini, pemilik warung akan lebih terbuka untuk beralih ke digital dan bekerja dengan platform seperti GOTOKO, yang bertujuan untuk membantu pemilik warung mengembangkan bisnisnya, memungkinkan mereka untuk bersaing dan berkembang, bukan hanya bertahan hidup," ujar Gurnoor.

Ketangguhan warung dalam menghadapi krisis sejatinya telah terbukti saat pandemi memuncak. Riset Nielsen (2020) menunjukkan bahwa 70 persen masyarakat Indonesia lebih memilih berbelanja kebutuhan di warung dibandingkan belanja secara daring.

Dari nilai ekonomi pasar ritel nasional yang mencapai 75 miliar dolar AS, warung juga memiliki kontribusi hingga 80 persen, serta memiliki kontribusi terhadap PDB empat kali lipat lebih besar dibandingkan ritel modern.

Baca Juga: BI: Neraca Transaksi Berjalan Triwulan III Surplus US,4 Miliar

Posisi yang vital dalam ekonomi nasional ini pula yang membuat GOTOKO yakin, ketangguhan warung sebagai sarana perdagangan utama masyarakat Indonesia bisa menjadi salah satu tulang punggung ekonomi nasional dalam menghadapi potensi resesi. Tidak hanya itu, implementasi teknologi akan membuka lebih banyak peluang pertumbuhan.

Saat ini, diperkirakan ada sekitar tiga juta warung di Indonesia, tetapi baru ada sekitar 600.000 warung yang dapat dijangkau dengan baik secara langsung oleh brand principals.

Sementara sisanya atau 80 persen belum dijangkau dengan baik sehingga mengalami tantangan dalam memenuhi pasokannya atau sering disebut underserved retailers. Mereka perlu belanja pasokan di banyak agen yang menghabiskan biaya yang lebih tinggi.

Baca Juga: Saham BYAN Melesat Lagi, Ada Apa?

"Kami di GOTOKO memiliki komitmen untuk menjadi platform pilihan sekaligus sahabat terbaik warung untuk mengatasi tantangan-tantangan tersebut. Melalui teknologi kami memiliki visi membantu pemilik warung untuk menjalankan bisnis lebih efisien agar kehidupan pemilik warung dapat meningkat," ujar Gurnoor.

Sekretaris Jenderal Kemenkominfo sekaligus Chair digital Economy Working Group (DEWG) G20, Mira Tayyiba, menjelaskan transformasi digital merupakan salah satu fokus utama DEWG G20. Hal itu dapat dilakukan dengan meningkatkan kemampuan dan literasi digital sebagai aspek kunci dalam pengembangan ekonomi digital.

Halaman:

Editor: Yuanita SH

Sumber: ANTARA, Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kurs Rupiah Menguat Seiring Penurunan PDB AS

Jumat, 31 Maret 2023 | 11:12 WIB
X