Jokowi Ungkap Tiga Strategi Keberhasilan Indonesia Menembus Krisis Ekonomi

- Selasa, 15 November 2022 | 02:51 WIB
Presiden Jokowi berbicara di B20 Summit, Senin (14/11/2022), di BNDCC, Bali. (Foto: Humas Setkab/Rahmat)  Read more: https://setkab.go.id/di-forum-b20-presiden-ungkap-tiga-strategi-besar-indonesia-hadapi-tantangan-ekonomi-global/
Presiden Jokowi berbicara di B20 Summit, Senin (14/11/2022), di BNDCC, Bali. (Foto: Humas Setkab/Rahmat) Read more: https://setkab.go.id/di-forum-b20-presiden-ungkap-tiga-strategi-besar-indonesia-hadapi-tantangan-ekonomi-global/

SINAR HARAPAN--Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menegaskan tiga strategi besar yang dilakukan Indonesia dalam menghadapi tantangan ekonomi global yang terjadi saat ini, mulai dari pandemi, perang, hingga krisis pangan, energi, dan ekonomi.

“Perlu strategi besar, yang sudah sering saya sampaikan, itu secara konsisten terus kita jalankan,” ujar Kepala Negara depan peserta pertemuan B20 atau B20 Summit, Senin (14/11/2022), di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC), Kabupaten Badung, Bali.

Dikutip dati laman resmi Sekretariat Kabinet, ketiga strategi yang dikemukana Jokowi meliputi hilirisasi industri, pengembangan green energi dan digitalisasi. 

Pertama, hilirisasi industri. Presiden menyampaikan, pemerintah Indonesia mulai menghentikan ekspor bahan mentah sehingga mendatangkan nilai tambah, meningkatkan pendapatan negara, hingga menciptakan lapangan kerja di dalam negeri.

Baca Juga: Jokowi Bertemu PM Australia, Apresiasi Peningkatan Perdagangan Kedua Negara

Presiden mencontohkan, Indonesia mendorong penghentian ekspor biji nikel sekaligus mendorong penciptaan ekosistem kendaraan listrik atau electric vehicle (EV).

“Saya hanya menawarkan kepada Prime Minister Anthony Albanese, di Australia ada litium, kita punya nikel, kalau digabung itu sudah jadi baterai mobil listrik. Tapi saya minta kepada Perdana Menteri Albanese, untuk litiumnya bisa dibawa ke Indonesia saja. Kita bersama-sama melakukan hilirisasi di Indonesia,” ujarnya.

Presiden pun mengundang Perdana Menteri (PM) Australia Anthony Albanese yang turut menjadi pembicara dalam pertemuan untuk bekerja sama dalam pengembangan ekosistem kendaraan listrik tersebut.

“Saya hanya menawarkan kepada Prime Minister Anthony Albanese, di Australia ada litium, kita punya nikel, kalau digabung itu sudah jadi baterai mobil listrik. Tapi saya minta kepada Perdana Menteri Albanese, untuk litiumnya bisa dibawa ke Indonesia saja. Kita bersama-sama melakukan hilirisasi di Indonesia,” ucapnya.

Halaman:

Editor: Banjar Chaeruddin

Sumber: Setkab.go.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

21 Pinjol Miliki Kredit Macet di Atas 5 Persen

Selasa, 7 Februari 2023 | 08:34 WIB

Harga Saham PADA Sentuh ARB, Hold atau Jual?

Senin, 6 Februari 2023 | 12:48 WIB
X