Pertumbuhan Kinerja Antam Kian Solid Dalam Bisnis Nikel

- Rabu, 9 November 2022 | 13:55 WIB
Pertumbuhan kinerja Antam kian Solid dalam bisnis nikel. ( ANTARA FOTO/Asep Fathulrahman/pd/aa.)
Pertumbuhan kinerja Antam kian Solid dalam bisnis nikel. ( ANTARA FOTO/Asep Fathulrahman/pd/aa.)

SINAR HARAPAN - PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mencatatkan pertumbuhan kinerja operasi dan penjualan unaudited segmen nikel yang solid sepanjang Januari sampai September 2022.

Dalam laporan kuartal III tahun ini, volume penjualan unaudited sebesar 17.269 TNi, capaian tersebut mencapai 91 persen penjualan unaudited kuartal III 2021 sebesar 18.880 TNi.

"Pada periode kuartal III 2022, volume penjualan unaudited mencapai 7.646 TNi, tumbuh signifikan sebesar 93 persen dibandingkan volume penjualan unaudited kuartal II 2022 sebesar 3.962 TNi sejalan dengan kondisi pemulihan industri dan peningkatan penyerapan produk feronikel," kata Direktur Operasi dan Produksi ANTAM, I Dewa Wirantaya, dalam keterangan di Jakarta, Rabu.

Baca Juga: Rekrutmen PPPK 2022 Resmi Dibuka di Beberapa Instansi Pemerintah, Simak Persyaratannya!

Volume produksi unaudited feronikel perseroan sampai September 2022 tercatat sebesar 18.088 ton nikel dalam feronikel (TNi) atau mencapai 95 persen dari capaian produksi unaudited periode sembilan bulan pertama tahun lalu sebesar 19.096 TNi.

Selain itu, tingkat produksi unaudited feronikel ANTAM tercatat sebesar 6.106 TNi sampai periode ketiga 2022, mencapai 96 persen dari produksi kuartal kedua tahun ini sebesar 6.301 TNi.

Di tengah kondisi volatilitas ekonomi pasar global saat ini dan harga energi yang tinggi, Antam berfokus untuk mengimplementasikan kebijakan strategis dalam pengelolaan biaya yang tepat dan efisien dengan tetap menjaga kestabilan tingkat produksi dan upaya perluasan basis pasar penjualan feronikel.

Baca Juga: Mashiho dan Bang Ye Dam Keluar dari TREASURE, Saham YG Entertainment Kembali Terkoreksi

"Perusahaan meyakini performa segmen nikel Antam akan konsisten bertumbuh seiring dengan penguatan kondisi ekonomi global dan outlook positif penyerapan komoditas nikel," ujar Dewa.

Halaman:

Editor: Yuanita SH

Sumber: ANTARA, Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Bisnis Thrift Shop Kian Diminati Anak Muda

Kamis, 26 Januari 2023 | 16:38 WIB

BTPN Optimis Dapat Penuhi Aturan Saham Free Float

Kamis, 26 Januari 2023 | 09:15 WIB

Surplus, Jawa Barat Tidak Perlu Beras Impor

Rabu, 25 Januari 2023 | 11:57 WIB
X