Jaga Keberlangsungan Bisnis, Ini Strategi Pertamina Hulu Energi

- Sabtu, 29 Oktober 2022 | 17:37 WIB
Jaga keberlangsungan bisnis, ini strategi Pertamina Hulu Energi. (Pertamina.com)
Jaga keberlangsungan bisnis, ini strategi Pertamina Hulu Energi. (Pertamina.com)

SINAR HARAPAN - PT Pertamina Hulu Energi (PHE) sebagai Subholding Upstream Pertamina berupaya menjaga keberlangsungan bisnis hulu migas dengan menjalankan kegiatan eksplorasi di wilayah kerja (WK) secara masif dan agresif untuk menemukan sumber daya baru yang potensial diproduksi.

Direktur Eksplorasi PHE, Muharram Jaya Panguriseng, menjelaskan strategi utama yang dijalankan oleh PHE, yaitu optimalisasi pengelolaan aset WK eksisting, strategi new venture, dan strategi partnership (kemitraan).

"Dari ketiga strategi eksplorasi tersebut, dengan program eksplorasi yang masif dan agresif memanfaatkan konsep dan teknologi eksplorasi terbaru alhamdulillah telah membuahkan hasil yang memuaskan. Sampai dengan Oktober 2022, kami telah berhasil menyelesaikan pengeboran eksplorasi sebanyak 14 sumur dan 5 sumur on going," jelas Muharram dalam keterangan resmi di Jakarta, Sabtu.

Baca Juga: Pengembangan Kawasan Pesisir Ketapang Tangerang Dipuji Delegasi Sejumlah Negara PEMSEA

Lebih lanjut Muharram menjelaskan deretan sumur eksplorasi yang berhasil menambah sumber daya migas nasional sepanjang tahun 2022, yaitu sumur R-2 di Blok North Sumatera Offshore (NSO), Sungai Gelam Timur-1 (SGET-1) dan Sungai Rotan-1X di onshore Jambi.

Kemudian sumur eksplorasi Wilela-001 di onshore Sumatera Selatan, Bajakah-001 di onshore Jawa Barat, GQX-1 di Blok Offshore North West Jawa (ONWJ), Manpatu-1X di offshore Mahakam, Markisa-001 di onshore Papua dan Kolibri (KOL)-001 di onshore Jawa Timur.

Dalam melakukan kegiatan eksplorasi, PHE menerapkan beberapa teknologi terkini, antara lain 2D seismic broadband dengan panjang lintasan lebih dari 30.000 km yang merupakan survei seismik offshore terpanjang di Asia Pasifik selama 10 tahun terakhir.

Baca Juga: Laba Bersih HAIS Melesat 171,3 Persen

Selain itu, pemanfaatan teknologi 2D vibroseis acquisition di subvulkanik Jawa sepanjang lebih dari 1.000 km, pseudo 3D seismic reprocessing, dan survey eFTG-FTG atau full tensor gradiometry. Teknologi eFTG (enhanced) ini baru pertama kali digunakan di Indonesia dan dilakukan di wilayah Papua, tepatnya di kepala burung dan di Akimeugah.

Halaman:

Editor: Yuanita SH

Sumber: ANTARA

Tags

Artikel Terkait

Terkini

21 Pinjol Miliki Kredit Macet di Atas 5 Persen

Selasa, 7 Februari 2023 | 08:34 WIB

Harga Saham PADA Sentuh ARB, Hold atau Jual?

Senin, 6 Februari 2023 | 12:48 WIB
X