Sah! Direktur Mirae Asset Jadi Komisaris Bursa Efek Indonesia

- Kamis, 27 Oktober 2022 | 08:59 WIB
Sah! Direktur Mirae Asset jadi Komisaris Bursa Efek Indonesia. ((IDX))
Sah! Direktur Mirae Asset jadi Komisaris Bursa Efek Indonesia. ((IDX))

SINAR HARAPAN - Direktur Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Arisandhi Indrodwisatio, ditunjuk sebagai komisaris Bursa Efek Indonesia (BEI) yang baru. Penunjukan tersebut diputuskan pada Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) BEI Tahun 2022.

"RUPSLB dihadiri oleh 94 pemegang saham atau 100 persen dari jumlah pemegang saham pemilik hak suara. Secara aklamasi, pemegang saham menyetujui RKAT 2023 BEI dan pengangkatan Arisandhi Indrodwisatio sebagai komisaris perseroan dengan masa jabatan yang merupakan sisa masa jabatan dari anggota dewan komisaris perseroan yang digantikannya, yaitu masa bakti 2020-2024," kata Sekretaris BEI Yulianto Aji Sadono di Jakarta, Rabu kemarin.

Mengutip laman resmi Mirae Asset Sekuritas, Arisandhi Indrodwisatio, lahir di Jakarta pada 20 September 1973. Ia menyelesaikan gelar Sarjana Teknik dari Universitas Indonesia pada 1997 dan pada 1999 memperoleh gelar Master of Business Administration dari Edith Cowan University (Perth, Western Australia).

Baca Juga: Kembangkan Industri Kulit, Tanzania Belajar Dari Indonesia

Arisandhi mengawali karirnya di industri pasar modal sejak 2000 di PT Adhikarsa Sentra Sekuritas. Pada 2002 ia bergabung dengan PT eTrading Securities dengan jabatan terakhir sebagai direktur hingga perusahaan berganti nama menjadi PT KDB Daewoo Sekuritas Indonesia, dan kemudian menjadi PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia.

Dengan demikian,susunan Anggota Dewan Komisaris BEI antara lain John A Prasetio sebagai komisaris utama, M Noor Rachman sebagai komisaris, Karman Pamurahardjo sebagai komisaris, Pandu Patria Sjahrir sebagai komisaris, dan Arisandhi Indrodwisatio sebagai komisaris.

Sementara itu, sepanjang 2022 atas dukungan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Self-Regulatory Organization (SRO) dan para pemangku kepentingan pasar modal Indonesia, BEI telah meraih sejumlah pencapaian, salah satunya implementasi notasi khusus baru pada akhir Januari 2022 yakni notasi N, diperuntukkan bagi perusahaan tercatat yang menerapkan Saham dengan Hak Suara Multipel (SHSM).

Baca Juga: Saham SIDO Masuki Tren Bullish Seiring Rilis Laporan Keuangan Kuartal III 2022

BEI juga telah melakukan integrasi sistem e-Registration dengan sistem OJK, yaitu SPRINT pada Februari 2022 dan melakukan penutupan kode domisili investor pada Juni 2022, sebagai bentuk perlindungan investor, meningkatkan kewajaran pembentukan harga saham, dan mendorong investor untuk melakukan analisis maupun riset terlebih dahulu sebelum mengambil keputusan investasi. Hal itu juga diwujudkan sebagai bentuk penerapan praktik global di pasar modal Indonesia.

Halaman:

Editor: Yuanita SH

Sumber: ANTARA, Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Bisnis Thrift Shop Kian Diminati Anak Muda

Kamis, 26 Januari 2023 | 16:38 WIB

BTPN Optimis Dapat Penuhi Aturan Saham Free Float

Kamis, 26 Januari 2023 | 09:15 WIB

Surplus, Jawa Barat Tidak Perlu Beras Impor

Rabu, 25 Januari 2023 | 11:57 WIB
X