Modal Asing Keluar Rp650 Miliar Dalam Sepekan, Pasar Saham dan SBN Bagaimana?

- Sabtu, 22 Oktober 2022 | 09:22 WIB
Modal asing keluar Rp650 miliar dalam sepekan, pasar saham dan SBN bagaimana? (HalloBogor/The Economics)
Modal asing keluar Rp650 miliar dalam sepekan, pasar saham dan SBN bagaimana? (HalloBogor/The Economics)

SINAR HARAPAN - Bank Indonesia (BI) mencatatkan aliran modal asing keluar (capital outflow) bersih dari pasar keuangan Indonesia sebesar Rp650 miliar selama satu pekan ini.

"Berdasarkan data transaksi 17–20 Oktober 2022, nonresiden di pasar keuangan domestik jual neto Rp650 miliar," ujar Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Erwin Haryono, dalam keterangan resmi di Jakarta, Jumat kemarin.

Aliran modal asing keluar tersebut berasal dari pasar Surat Berharga Negara (SBN) senilai Rp3,28 triliun. Namun, terdapat aliran modal asing masuk sebesar Rp2,63 triliun di pasar saham.

Baca Juga: Dari Sampah Menjadi Listrik, OASA Serius Garap Bisnis EBT

Seperti diketahui, dalam sepekan IHSG mencatatkan kenaikan sebesar 2,98 persen dan pada akhir perdagangan kemarin IHSG berhasil kembali ke atas level psikologis 7000, penguatan pada hari kemarin terdorong oleh masuk modal asing yang melakukan netbuy sebesar Rp1,17 triliun (all market).

Selama tahun 2022, berdasarkan data setelmen Januari hingga 20 Oktober 2022, tercatat modal asing keluar bersih senilai Rp174,04 triliun di pasar SBN. Sedangkan terdapat modal asing masuk bersih sebesar Rp72,98 triliun di pasar saham.​

Dengan adanya arus modal asing keluar tersebut, nilai tukar rupiah tercatat dibuka melemah pada pagi hari ini di level Rp15.585 per dolar AS dari penutupan kemarin sore di level Rp15.570 per dolar AS. Indeks dolar AS pun turut melemah ke level 112,88.

Baca Juga: Perekonomian Sehat, Indonesia Tidak Termasuk Daftar 28 Negara Pasien IMF

Sementara itu, Erwin menyebutkan imbal hasil atau yield SBN Indonesia tenor 10 tahun naik ke level 7,5 persen dari 7,49 persen.

Imbal hasil tersebut masih cukup jauh dari yield obligasi Amerika Serikat (US Treasury) dengan tenor 10 tahun yang naik ke level 4,228 persen.

Di sisi lain, premi risiko investasi (Credit Default Swap/CDS) Indonesia lima tahun turun ke 155,67 basis poin (bps) per 20 Oktober 2022 dari 164,24 bps per 14 Oktober 2022.***

Editor: Yuanita SH

Sumber: ANTARA, Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X