Perekonomian Sehat, Indonesia Tidak Termasuk Daftar 28 Negara Pasien IMF

- Sabtu, 22 Oktober 2022 | 06:05 WIB
Perekonomian sehat, Indonesia tidak termasuk daftar 28 negara pasien IMF. (Istimewa)
Perekonomian sehat, Indonesia tidak termasuk daftar 28 negara pasien IMF. (Istimewa)

SINAR HARAPAN - Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Destry Damayanti, mengungkapkan bahwa kondisi Indonesia sejauh ini masih dalam posisi yang cukup baik perekonomiannya. Oleh karena itu, Indonesia tidak termasuk dalam 28 negara yang meminta bantuan dana ke IMF.

“Pertemuan IMF World Bank Annual Meeting yang baru saja selesai di Washington DC dan terinfo bahwa pada saat ini sudah ada 28 negara yang telah mengajukan permintaan bantuan keuangan dari IMF. Nah, bagaimana dengan Indonesia Alhamdulillah sejauh ini kita masih dalam posisi yang cukup baik di mana perekonomian kita di kuartal 2 kemarin masih bisa tumbuh di atas 5 persen,” ujar Destry dalam peluncuran buku Kajian Stabilitas Keuangan (KSK) No.39 Jumat 21 Oktober 2022.

Bank Indonesia optimis memperkirakan sepanjang 2022 ini perekonomian Indonesia dapat tumbuh di kisaran 4,5 – 5,3 persen.

Baca Juga: Tidak Ada Ekspor Minyak Mentah dari AS ke Prancis Sejak Awal Oktober, Ada Apa?

Dertry juga menambahkan bahwa kondisi perekonomian global saat ini menghadapi suatu ketidakpastian yang sangat tinggi. Bank Indonesia menyebut kondisi itu VUCA, yakni Volatility, uncertainty, complexity dan ambiguity.

“Nah ini, tentunya akan menyebabkan tekanan tidak hanya pada negara maju tetapi juga pada negara berkembang. Bahkan kalau kita lihat episentrum dari terjadinya Gejolak VUCA saat ini adalah kita lihat di negara maju,” tambahnya.

Destry mencontohkan gejolak VUCA seperti di Amerika Serikat di mana mereka menghadapi tekanan inflasi yang tinggi dan kemudian direspons dengan kebijakan moneter melalui peningkatan suku bunga acuan yang sangat agresif.

Baca Juga: 7 Ide Bisnis Menarik yang Cocok Pada Musim Hujan

Langkah moneter tersebut pada akhirnya memberikan tekanan, bukan hanya untuk Amerika, tetapi juga untuk negara maju di sekitarnya dan negara-negara pasar berkembang seperti Indonesia.

Halaman:

Editor: Yuanita SH

Sumber: ANTARA, Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Bisnis Thrift Shop Kian Diminati Anak Muda

Kamis, 26 Januari 2023 | 16:38 WIB

BTPN Optimis Dapat Penuhi Aturan Saham Free Float

Kamis, 26 Januari 2023 | 09:15 WIB

Surplus, Jawa Barat Tidak Perlu Beras Impor

Rabu, 25 Januari 2023 | 11:57 WIB
X