Guna Perkecil Defisit Perdagangan, Mendag Zulkifli Hasan Pimpin Misi Dagang ke Qatar

- Minggu, 9 Oktober 2022 | 11:17 WIB
Guna perkecil defisit perdagangan, Mendag Zulkifli Hasan pimpin misi dagang ke Qatar. (Instagram Zulkifli Hasan)
Guna perkecil defisit perdagangan, Mendag Zulkifli Hasan pimpin misi dagang ke Qatar. (Instagram Zulkifli Hasan)

SINAR HARAPAN - Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional, Didi Sumedi, mengungkapkan kinerja perdagangan antara Indonesia dan Qatar masih mencatatkan defisit bagi Indonesia. Guna memperkecil defisit perdagangan tersebut Menteri Perdagangan, Zulkifli Hasan, pimpin Misi Dagang Ke Qatar.

Sebelumnya, pada Januari—Juli 2022, total perdagangan Indonesia dengan Qatar tercatat sebesar US$758,07 juta. Total perdagangan kedua negara pada periode tersebut meningkat 29,02 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Namun, Indonesia masih mencatat defisit perdagangan sebesar US$498,25 juta. Sementara pada 2021 total perdagangan kedua negara tercatat sebesar US$892,95 juta dengan defisit bagi Indonesia sebesar US$458,61 juta.

Baca Juga: Perkuat Perdagangan Indonesia, Mendag Temui Diaspora Indonesia di AS

Melihat posisi neraca perdangan kedua negara, misi dagang Indonesia ke Qatar menjadi salah satu upaya pemerintah untuk memperkecil defisit perdagangan tersebut.

Mendag Zulkifli Hasan bertolak dan memimpin Delegasi Misi Dagang Indonesia ke Qatar. Misi dagang yang dijadwalkan berlangsung pada 9—10 Oktober 2022 ini bertujuan meningkatkan kinerja perdagangan Indonesia. Misi dagang tersebut diharapkan nilai ekspor Indonesia ke Qatar akan terus meningkat.

Dalam rangkaian misi dagang ini, Mendag Zulkifli Hasan direncanakan menghadiri forum bisnis dan membuka penjajakan kesepakatan dagang (business matching).

Baca Juga: Lagi-Lagi Produk Mie Sedaap Ditarik di Luar Negeri, Kali Ini di Singapura

Tercatat 11 pelaku usaha turut berpartisipasi pada misi dagang kali ini. Produk andalan Indonesia yang dibawa antara lain kelapa sawit dan turunannya, produk kertas, otomotif, baterai, makanan dan minuman, dekorasi rumah, produk kerajinan, garmen, dan produk kecantikan.

Halaman:

Editor: Yuanita SH

Sumber: kemendag.go.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

21 Pinjol Miliki Kredit Macet di Atas 5 Persen

Selasa, 7 Februari 2023 | 08:34 WIB

Harga Saham PADA Sentuh ARB, Hold atau Jual?

Senin, 6 Februari 2023 | 12:48 WIB
X