• Senin, 5 Desember 2022

Sektor Energi dan Barang Baku Melesat, Saham BRPT Apa Kabar?

- Rabu, 5 Oktober 2022 | 08:45 WIB
Salah satu usaha milik PT Barito Pacific (BRPT). (PT Barito Pacific Tbk)
Salah satu usaha milik PT Barito Pacific (BRPT). (PT Barito Pacific Tbk)

SINAR HARAPAN - Sektor energi dan sektor barang baku berhasil menjadi sektor yang menopang Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan kemarin dengan penguatan masing-masing sebesar 3,18 persen dan 2 persen. Penguatan tersebut terdorong oleh naiknya harga komoditas batu bara dan minyak.

Pada indeks 45 saham unggulan atau LQ45, saham sektor energi dan barang baku, yakni saham INDY memimpin penguatan sebesar 6,75 persen, dilanjutkan saham INCO yang naik 6,07 persen dan saham MEDC melesat 4,84 persen.

Di tengah kenaikan harga minyak, saham BRPT yang juga masuk ke dalam jajaran LQ45 terpantau melemah. Pada perdagangan kemarin, saham BRPT jatuh 1,91 persen ke harga Rp770 dengan pelemahan tersebut maka saham BRPT telah mengakumulsi pelemahan sebesar 7,23 persen dalam seminggu.

Baca Juga: Harga Minyak dan Batu Bara Naik, IHSG Hari Ini Berpotensi Ditopang Sektor Energi Lagi

Sebenarnya, kenaikan harga minyak memiliki korelasi positif terhadap harga bahan baku petrokimia, yaitu naphtha yang kini merupakan fokus usaha utama BRPT.

Secara teknikal, harga saham emiten milik taipan Prajogo Pangestu ini, juga telah turun ke bawah level support yang berada pada Rp800 pada tanggal 30 September dengan pelemahan sebesar 2,45 persen dari Rp815 ke harga Rp795. Tren Bearish telah dikonfirmasi pada tanggal 29 September dengan persilangan rerata harga 21 hari dan rerata harga 5 hari yang berada pada harga Rp835.

Ruang lingkup kegiatan usaha BRPT bergerak dalam bidang energi terbarukan, transportasi, dan aktivitas perusahaan holding dan hingga saat ini berfokus pada usaha di bidang petrokimia.

Baca Juga: PT Indo Korsda (BRAM) Bagi Dividen, Harga Sahamnya Masih Menarik

Selain itu, adapun produk dan jasa yang dihasilkan dari anak usaha Barito Pacific seperti, bahan baku industri plastik di sektor hilir (etilena, propilena, py-gas, serta mixed C4), komoditas perkebunan (kelapa sawit, serta produk turunannya), kayu olahan (particle board), penyewaan gedung (perkantoran dan perhotelan), dan lain sebagainya.***

Editor: Yuanita SH

Sumber: Rti Business, Trading View

Tags

Artikel Terkait

Terkini

PUPR Siap Operasikan Bendungan Ciawi dan Sukamahi

Senin, 5 Desember 2022 | 07:13 WIB

REI Siap Jajaki Investasi di IKN Nusantara

Minggu, 4 Desember 2022 | 10:21 WIB
X