• Rabu, 7 Desember 2022

BI: Tekanan Inflasi Diperkirakan Berlanjut Hingga Tahun Depan

- Senin, 3 Oktober 2022 | 13:14 WIB

Ilustrasi (dok/iluminasi.com)

SINAR HARAPAN--Tekanan inflasi diperkirakan akan berlanjut hingga tahun depan karena faktor-faktor penyebab inflasi masih berpotensi terjadi, kata seorang pejabat Bankk Indonesia (BI).

Deputi Gubernur BI Aida S. Budiman mengatakan hari ini, Senin (3/10), kenaikan harga pangan dan komoditas energi masih terus berlanjut. Selain itu, disrupsi rantai pasok global juga masih akan terjadi di 2023.

Hari ini Badan Pusat Statistik (BPS) mencatatkan tingkat inflasi tahunan (September 2022 terhadap September 2021) tembus 5,95 persen, angka tertinggi sejak 2014.

Tingkat inflasi tahun kalender (Januari–September) 2022 sebesar 4,84 persen. Pada bulan September 2022 sendiri terjadi inflasi sebesar 1,17 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 112,87.

Komponen inti pada September 2022 mengalami inflasi sebesar 0,30 persen. Tingkat inflasi komponen inti tahun kalender (Januari–September) 2022 sebesar 2,81 persen dan tingkat inflasi komponen inti tahun ke tahun (September 2022 terhadap September 2021) sebesar 3,21 persen.

Sebelumnya, ekonom PT Bank UOB Indonesia memperkirakan bahwa inflasi akan meningkat pada kuartal IV/2022 atau pada Desember 2022 bisa mencapai 7 persen. Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) menjadi salah satu pendorong laju inflasi.

Enrico Tanuwidjaja, ekonom tersebut, menjelaskan tren kenaikan inflasi berpotensi masih berlanjut sampai akhir tahun. Dia menyebut bahwa inflasi bisa naik hingga 7 persen.

"Inflasi akan naik pada kuartal IV/2022, berkisar 7 persenan [pada Desember 2022]. Bank Indonesia selalu melaporkannya kan sampai Desember 2022, kalau rata-rata [inflasi] setahunnya menurut kami bisa di 4,9 persen, Januari sampai Desember 2022," ujar Enrico dalam konferensi pers UOB Economic Outlook 2023, pekan lalu.

Halaman:

Editor: Banjar Chaeruddin

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Terkini

Sah! Jasa Armada Indonesia (IPCM) Punya Dirut Baru

Rabu, 7 Desember 2022 | 11:56 WIB

Laba Konsolidasi BUMN Tembus Rp155 Triliun

Selasa, 6 Desember 2022 | 09:25 WIB
X