• Rabu, 7 Desember 2022

BPS: Tingkat Inflasi Tahunan September 2022 Tembus 5,95 Persen

- Senin, 3 Oktober 2022 | 12:46 WIB
BPS: Tingkat inflasi tahunan September 2022 tembus 5,95 persen. ( (rangkulteman.id))
BPS: Tingkat inflasi tahunan September 2022 tembus 5,95 persen. ( (rangkulteman.id))

SINAR HARAPAN - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatatkan tingkat inflasi tahunan (September 2022 terhadap September 2021) tembus 5,95 persen.

Tingkat inflasi tahun kalender (Januari–September) 2022 sebesar 4,84 persen. Pada bulan September 2022 sendiri terjadi inflasi sebesar 1,17 persen, angka tersebut menjadi angka tertinggi sejak 2014, Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 112,87.

Komponen inti pada September 2022 mengalami inflasi sebesar 0,30 persen. Tingkat inflasi komponen inti tahun kalender (Januari–September) 2022 sebesar 2,81 persen dan tingkat inflasi komponen inti tahun ke tahun (September 2022 terhadap September 2021) sebesar 3,21 persen.

Baca Juga: BI: Proyeksi Inflasi September Tembus 5,88 Persen

Sebelumnya, Direktur Departemen Kebijakan Ekonomi Moneter BI, Wahyu Agung Nugroho, mengatakan bahwa inflasi tahunan September 2022 diperkirakan 5,88 persen untuk September ini atau 1,1 persen secara bulanan, pendorong utama naiknya komponen tersebut kebanyakan dari kenaikan harga bensin yang menyumbang 0,91 persen terhadap inflasi. Hal ini tidak jauh berbeda dari data yang diberikan oleh BPS hari ini.

BPS juga mencatatkan bahwa dari 90 kota IHK, 88 kota mengalami inflasi dan 2 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Bukittinggi sebesar 1,87 persen dengan IHK sebesar 114,45 dan terendah terjadi di Merauke sebesar 0,07 persen dengan IHK sebesar 109,49. Sementara deflasi tertinggi terjadi di Manokwari sebesar 0,64 persen dengan IHK sebesar 113,97 dan terendah terjadi di Timika sebesar 0,59 persen dengan IHK sebesar 113,87.

Inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya sebagian besar indeks kelompok pengeluaran, yaitu

  • kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,20 persen;
  • kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,16 persen;
  • kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,35 persen;
  • kelompok kesehatan sebesar 0,57 persen;
  • kelompok transportasi sebesar 8,88 persen;
  • kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 0,31 persen;
  • kelompok pendidikan sebesar 0,21 persen;
  • kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 0,57 persen;
    dan
  • kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,28 persen.

Baca Juga: Kurs Rupiah Melemah di Tengah Penantian Rilis Data Inflasi September

Sementara kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan indeks, yaitu kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 0,30 persen serta kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,03 persen.

Halaman:

Editor: Yuanita SH

Sumber: bps.go.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Sah! Jasa Armada Indonesia (IPCM) Punya Dirut Baru

Rabu, 7 Desember 2022 | 11:56 WIB

Laba Konsolidasi BUMN Tembus Rp155 Triliun

Selasa, 6 Desember 2022 | 09:25 WIB
X