• Sabtu, 3 Desember 2022

Aktivitas Manufaktur China Kembali Bangkit

- Jumat, 30 September 2022 | 10:14 WIB
ilustrasi pabrik sektor manufakur.  (HalloBogor)
ilustrasi pabrik sektor manufakur. (HalloBogor)

SINAR HARAPAN - Aktivitas manufaktur China kembali bangkit dengan laporan PMI yang secara resmi mencatatkan pertumbuhan pada bulan September 2022.

Pertumbuhan ekonomi tersebut menghentikan penurunan yang di alami China sepanjang 2 bulan sebelumnya, pertumbuhan didorong oleh suksesnya langkah-langkah stimulus dan pelonggaran lockdown sehingga pabrik-pabrik dapat kembali melanjutkan produksi.

Laporan Indeks Manajer Pembelian (PMI) manufaktur resmi naik menjadi 50,1 pada bulan September. Data dari pemerintah China, itu lebih besar daripada ekspektasi sebelumnya yang sebesar 49,6 dan bahkan lebih tinggi dari catatan PMI manufaktur bulan lalu yang sebesar 49,4. Sebagai tambahan informasi, angka di atas 50 dianggap sebagai wilayah ekspansi.

Baca Juga: OPEC+ Pangkas Produksi Bulan Depan, Harga Minyak Merosot

Pencabutan pembatasan COVID di pusat ekonomi Chengdu dan Shenzhen tampaknya menjadi pendorong utama bangkitnya aktivitas manufaktur di China, karena pabrik dapat melanjutkan produksi dengan peningkatan kapasitas yang signifikan. Sektor manufaktur dipandang sebagai pelopor bagi negara dengan ekonomi terbesar kedua di dunia itu.

Meskipun begitu, gangguan ekonomi terkait COVID terus membebani bagian sektor lainnya, PMI non-manufaktur China mencatatkan penurunan menjadi 50,6 pada September dari 52,6 pada bulan sebelumnya.

PMI komposit China yang merupakan indikator keseluruhan aktivitas ekonomi turun menjadi 50,9 pada September dari 51,7 pada bulan sebelumnya. Pembatasan pergerakan COVID-19 juga diperkirakan masih akan memperlambat aktivitas selama liburan selama seminggu di bulan Oktober.

Baca Juga: Kasus KDRT Lesti dan Billar Mencuat, Token Kripto LESLARVERSE Anjlok 12,73 persen

Seperti diketahui, lockdown COVID yang dilakukan secara berkala, ditambah dengan kurangnya pasokan energi serta melemahnya yuan sangat menghambat aktivitas ekonomi China pada tahun ini.

Halaman:

Editor: Yuanita SH

Sumber: OilPrice, Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X