• Senin, 28 November 2022

Sri Mulyani: Investasi Ekonomi Digital Capai US$4,7 Miliar

- Kamis, 29 September 2022 | 07:50 WIB
Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani, menyebutkan nilai investasi ekonomi digital Indonesia mencapai US$4,7 miliar. (Youtube (Kementerian Keuangan RI))
Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani, menyebutkan nilai investasi ekonomi digital Indonesia mencapai US$4,7 miliar. (Youtube (Kementerian Keuangan RI))

SINAR HARAPAN - Dalam Konferensi Integrity and Compliance Task Force (I&CTF) B20 yang dipantau secara daring pada hari Rabu kemarin, Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani, menyebutkan nilai investasi ekonomi digital Indonesia mencapai US$4,7 miliar sepanjang triwulan I-2021, angka tersebut didapat berdasarkan riset Google, Temasek, dan Bain & Company.

Sri Mulyani mengungkapkan bahwa angka tersebut melampaui nilai tertinggi selama empat tahun terakhir. Dengan demikian, ia menilai data tersebut menunjukkan ekonomi digital memiliki potensi yang tinggi untuk sumber pertumbuhan domestik di masa depan.

Ekonomi digital di Indonesia akan terus tumbuh lebih kuat. Per tahun 2021, nilai ekonomi digital Indonesia berada pada posisi tertinggi di Asia Tenggara yakni diproyeksikan akan mencapai 70 miliar dolar AS. Kemudian di tahun 2025, diperkirakan akan mencapai lebih dari 120 miliar dolar AS.

Baca Juga: Blue Bird (BIRD) Gandeng KLHK, Ada Apa?

Kendati begitu, Sri Mulyani mengatakan terdapat beberapa tantangan dalam mengembangkan ekonomi digital di Tanah Air, yakni disparitas akses internet khususnya antar wilayah dan antar tingkat pendapatan, dimana konektivitas utamanya antar pulau Jawa dan pulau lainnya masih belum merata.

Tantangan lainnya adalah keamanan siber, yang juga sangat penting dan nyata sebagai ancaman terhadap ekonomi digital. Dengan demikian, perlindungan data bagi konsumen menjadi sangat kritis.

Perlakuan pajak yang sama antara pengusaha lokal dan asing turut menjadi salah satu masalah dan keterbatasan skema pendanaan bagi perusahaan rintisan alias startup, serta rendahnya sumber daya manusia di bidang wirausahawan.

Baca Juga: Terdapat Kandungan Pestisida, Produk Mie Sedaap Korean Spicy Ditarik dari Hong Kong

Berdasarkan peluang dan tantangan tersebut, Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu berpendapat Indonesia perlu mempersiapkan diri untuk menghadapi masa depa karena kemajuan teknologi akan mengubah cara dunia bekerja.

Halaman:

Editor: Yuanita SH

Sumber: ANTARA

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Program BLT BBM Tahap 2 Telah Tersalur ke 3 juta KPM

Senin, 28 November 2022 | 08:53 WIB
X