Produk Fesyen Kulit Dari Garut Makin Digemari, Ekspornya juga Meningkat

- Rabu, 28 September 2022 | 19:03 WIB
Pelaku usaha fesyen kulit Tagleather8 yang ikut pameran di Italia, Thadea Amirah Isaura menunjukkan produk kulit ecoprint di tokonya Jalan Ahmad Yani, Garut Kota, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Selasa (27/9/2022) (ANTARA/Feri Purnama)
Pelaku usaha fesyen kulit Tagleather8 yang ikut pameran di Italia, Thadea Amirah Isaura menunjukkan produk kulit ecoprint di tokonya Jalan Ahmad Yani, Garut Kota, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Selasa (27/9/2022) (ANTARA/Feri Purnama)

SINAR HARAPAN--Produk industri kulit Garut, Jawa Barat,  kini makin dikenal dunia. Setelah mewakili Indonesia dalam ajang pameran Lineapelle Leather Fair 2022 di Milan, Italia, mereka kebanjiran pesanan dari berbagai negara.

Perajin kulit di Garut kini juga mengembangkan ecoprinting sebagai teknik cetak dengan pewarnaan alami yang menghasilkan motif unik dan otentik. Produk ecoprinting  berbahan dasar kulit hewan,  sapi maupun domba, yang dipadukan dengan pewarnaan natural dari tumbuhan atau daun-daun yang diolah menjadi motif-motif yang menarik dan ramah lingkungan.

Fesyen kulit ecoprinting produksi Garut yang dipamerkan di Italia adalah karya pelaku usaha Thadea Amirah Isaura. Pameran di Kota Milan, pada 22 September lalu itu terbilang sukses karena berhasil menyedot perhatian kalangan mode.

Thadea, perempuan berusia 21 tahun itu membawa beragam produk dari bahan dasar kulit seperti jaket, tas, dan sebagainya, tak terkecuali yang bercorak batik. Tidak disangka,  produk kulit ecoprinting mendapatkan perhatian pengunjung. Fesyen kulit ecoprinting  membuat pengunjung pameran di Italia  tertarik karena warnanya yang terlihat natural, dan  memiliki ciri khas tersendiri.

"Mereka (para pengunjung pameran) begitu melihat, sangat kagum, karena di Indonesia ada sesuatu dari kulit seunik itu. Produk 'eco-friendly'," kata Thadea saat ditemui di toko fesyen kulitnya bernama Tagleather8 Jalan Ahmad Yani, Garut Kota, Selasa (27/9/2022).

Mereka mengakui bahwa produk Indonesia sudah bagus dan mengedepankan ciri khas negara yaitu perpaduan kulit dengan kain corak batik. "Mereka lebih suka produk  kulit itu 'eco-friendly', karena eco-printing itu dari daun lalu ditempel-tempel dan warnaya keluar.  Itu bagus, lebih ramah lingkungan," kata perempuan yang masih duduk di bangku kuliah itu.

Kini Thadea kebanjiran pesanan. Ada dari Belanda, Italia, dan beberapa negara Eropa lainnya.  Pesanan dari luar negeri itu merupakan pertama. Sebelumnya  dia hanya memenuhi pesanan perorangan.

Thadea berupaya untuk melakukan inovasi-inovasi dan kualitas produk yang baik sehingga bisa diterima pasar internasional. Selama mengikuti pameran di Italia, dia  telah banyak melihat berbagai produk dari beberapa negara, dan mencari informasi model apa saja yang disukai oleh pasar mancanegara.

Informasi yang dihimpun tu akan menjadi referensi untuk bisa dikembangkan di Garut, kemudian nanti akan dicoba dipromosikan ke pasar mancanegara. Tahun depan, rencananya pameran serupa akan diselenggarakan di Amerika Serikat.

Prospek makin bagus

Garut mendapatkan undangan dan pertama kalinya mewakili Indonesia untuk mengikuti pameran bergengsi industri kulit skala internasional yang diikuti 1.100 peserta dari 38 negara.

Pameran internasional itu merupakan tindak lanjut setelah penandatanganan Letter of Intent (LoI) yang dilakukan Bupati Garut Rudy Gunawan dengan Ketua Delegasi Women Twenty (W20) Italia, Sveva Avveduto pada W20 Summit di The Kaldera, Toba, Sumatera Utara pada 20 Juli 2022.

W20 merupakan rangkaian dari Group of Twenty (G20). Tujuan utamanya untuk mempromosikan pemberdayaan ekonomi perempuan sebagai bagian integral dari proses G20 hingga berhasil mengusulkan kerja sama industri kulit di Garut dengan industri kulit lainnya di Italia agar lebih berkembang dan bermanfaat bagi masyarakat Garut.

Rudy Gunawan yang datang langsung pada pameran dan menandatangani kerja sama di Italia itu menunjukkan bahwa produk kulit dari Garut sudah diakui dunia. Artinya, dunia mode sudah melirik keistimewaan dari Garut.

"Meskipun kita sangat ketinggalan dalam berbagai hal, tapi sekarang kita sudah diakui,  Garut adalah bagian dari industri kulit di dunia. Itu yang penting, Garut merupakan bagian dari industri kulit di dunia," kata Bupati Garut  dalam siaran persnya.

Pameran bergengsi itu merupakan kesempatan berharga yang harus ditindaklanjuti secara serius agar produk kulit yang dihasilkan dari Kabupaten Garut bisa berkembang di pasar mancanegara.

Pameran Lineapelle Leather Fair 2022 itu baginya ajang yang luar biasa untuk promosi, untuk itu pemerintah daerah menggandeng PT Garut Makmur Perkasa (GMP) sebagai pabrik kulit di Garut serta beberapa perusahaan lain di bidang industri kulit untuk bisa meningkatkan kualitas dan pemasaran produk kulit asli Garut.

Salah satu upaya yang telah dilakukan Pemdan Garut adalah menggandeng Yayasan Poppy Dharsono yang diketuai oleh disainer kenamaan Poppy Dharsono. Perancang mode ini sekarang juga Ketua Umum Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI).

Kerja sama Pemkab Garut dengan Yayasan Poppy Dharsono itu mencakup bidang yang luas. Selain pengembangan industri perkulitan, juga pendidikan perempuan, masalah lingkungan, pemberdayaan perempuan, serta usaha mikro kecil menengah (UMKM), dan kultur budaya. Direncanakan, Poppy akan mendirikan Koperasi Cinta Carma Bella untuk mempersatukan pelaku UMKM kulit serta meningkatkan daya saing.

Poppy rupanya terinspirasi dari perkembangan produk GUCCI. Saat ini, setelah perkembangan selama 100, uindustrinya terintegrasi mulai dari penyamakan sepatu, garmen, aksesoris, sampai dengan mesinnya.

Bukan tidak mungkin produk-produk kulit dari Garut makin dikenal, ekspornya berkembang dan merk-merk produksinya juga kiat terkenal. Semoga

Editor: Banjar Chaeruddin

Sumber: Antara

Tags

Terkini

X