Mahalnya Harga Gas Alam Sebabkan Serangkaian Masalah di Inggris

- Minggu, 25 September 2022 | 09:14 WIB
Mahalnya harga gas alam sebabkan serangkaian masalah di Inggris. (RT.com)
Mahalnya harga gas alam sebabkan serangkaian masalah di Inggris. (RT.com)

SINAR HARAPAN - Krisis energi semakin parah di Inggris sejak dimulainya invasi Rusia ke Ukraina yang membuat gas alam menjadi semakin langka dan mahal. Menghadapi hal tersebut, pemerintah Inggris terpaksa mengaktifkan pembangkit listrik batu bara mengikuti rekan Eropa mereka demi melewati musim dingin tahun ini.

Harga gas alam Henry Hub pada akhir pekan ini terkoreksi 3,68 persen menjadi seharga US$8.828 per MMbtu, tetapi harga tersebut masih jauh lebih mahal dibanding harga rata-rata awal tahun 2022 yang berada pada kisaran US$3800 - US$4500 per MMbtu.

Mahalnya harga gas alam telah memaksa pemerintah Inggris untuk mengaktifkan pembangkit listrik tenaga batu bara tambahan untuk bertahan hidup di musim dingin. Aktifnya pembangkit listrik tenaga batu bara tidak menyelesaikan masalah, hal tersebut justru menambah masalah baru.

Baca Juga: Indonesia–Persatuan Emirat Arab Tanda Tangani Kontrak Dagang Senilai USD 3,6 Juta

Pembangkit listrik batu bara ternyata tidak dapat memenuhi permintaan kebutuhan listrik secara keseluruhan. Akibatnya, pemerintah Inggris dipaksa untuk melakukan pemutusan aliran listrik ke beberapa pengguna yang menggunakan energi secara intensif.

Pemutusan aliran tersebut juga tidak bisa menjadi solusi, dikarenakan diputusnya aliran listrik pada musim dingin akan membawa masalah serius bahkan berpotensi menelan korban jiwa.

Merespons hal tersebut, langkah ekstrem pun ditempuh Inggris. Pada hari Kamis lalu, Inggris mencabut moratorium pada metode fracking yang digunakan untuk menggali bahan bakar fosil.

Baca Juga: Bawa Peluang Investasi ke Mitra Global, Menko Airlangga Dukung Peran B20 Promosikan Investasi yang Inklusif da

Fracking sendiri merupakan metode yang cukup kontroversial. Fracking dilakukan dengan meledakkan campuran air, pasir, dan bahan kimia di bawah tanah untuk melepaskan minyak dan gas serpih.

Halaman:

Editor: Yuanita SH

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Catat! Beli Minyakita Kini Wajib Pakai KTP

Sabtu, 4 Februari 2023 | 11:05 WIB

Kurs Rupiah Melemah Pagi Ini

Jumat, 3 Februari 2023 | 09:38 WIB

IHSG Dibuka Melesat Pagi Ini

Jumat, 3 Februari 2023 | 09:35 WIB
X